Sebulan Razia, Sat Lantas Polres Belitung Sita Ratusan Knalpot Racing

by -
Sebulan Razia, Sat Lantas Polres Belitung Sita Ratusan Knalpot Racing
Barang bukti knalpot racing yang diamankan Satlantas Polres Belitung.

Dikirim ke Polda Babel Untuk Dimusnahkan

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Polres Belitung sita sebanyak ratusan knalpot racing, selama sebulan razia. Saat ini operasi rutin yang dilaksanakan Jajaran Satlantas Polres Belitung telah selesai, beberapa hari lalu.

Kemarin, ratusan knalpot racing hasil razia sudah dikirim ke Polda Babel, dengan menggunakan kapal dari Pelabuhan Tanjungpandan. Rencananya barang bukti tersebut akan dimusnahkan di sana.

Meski kegiatan telah usai, polisi tetap menindak bagi pengendara bermotor yang menggunakan knalpot blong. Sebab, hal tersebut dinilai menganggu ketertiban, ketentraman dan kenyamanan masyarakat. Khususnya warga Belitung.

Kasat Lantas Polres Belitung AKP Dwi Purwaningsih mengatakan, operasi yang laksanakan mulai 5 Juni 2020 lalu sudah selesai. Sebanyak 259 knalpot racing telah diamankan selama operasi yang dilakukan di Belitung.

Dalam operasi tersebut, hampir setiap hari Jajaran Satlantas Polres Belitung mengamankan belasan knalpot saat razia. Mulai dari pemantauan di Pos Kota Tanjungpandan, maupun keliling kampung.

“Ratusan knalpot tersebut sudah kita kirim ke Ditlantas Polda Babel, kemarin menggunakan kapal. Rencananya barang bukti tersebut akan dimusnahkan di Polda,” ujar AKP Dwi Purwaningsih, kepada Belitong Ekspres Kamis (9/7).

AKP Dwi, berharap setelah razia ini tidak ada lagi pengendara khususnya roda dua yang menggunakan knalpot racing. Jika masih ditemukan adanya pengendara berknalpot racing, Jajaran Lalu lintas akan melakukan tindakan.

“Kegiatan ini sempat mendapat apresiasi dari masyarakat. Sebab, dengan adanya razia tersebut, penggunaan knalpot blong di kampung-kampung sudah tidak terdengar lagi” kata wanita berjilbab ini.

Dia menambahkan, sebelum adanya razia knalpot blong, masyarakat khususnya yang ada di Tanjungpandan mengeluhkan bisingnya bunyi dari kendaraan tersebut. Apalagi pada saat bulan Ramadhan.

“Ibadah mereka jadi terganggu, pada saat pengendara berknalpot blong tersebut melintas. Belum lagi, bagi keluarga yang memiliki anak kecil. Mereka juga ikut terganggu,” pungkasnya. (kin)