Sehari Cuma 5 Orang Datang ke Perpustakaan

by -

* Eddy, Tahun 2018 Pembangunan Gedung Perpustakaan di Simpang Lima Toboali.

TOBOALI — Dalam sehari pengunjung yang datang ke perpustakaan Bangka Selatan (Basel) yang terletak di kawasan kompolek perkantoran Parit Tiga Toboali, cuma 5 orang. Hal ini diakui Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Basel, Eddy Supriadi.

“Mungkin karena jarak perpustakaan yang jauh dan dekat dengan komplek pemerintahan, sehingga masyarakat jadi enggan untuk datang ke perpustakaan,” kata Eddy, Selasa (23/5/2017) siang.

Ia menjelaskan, bahwa berdasarkan data yang ada di dinasnya itu dalam sehari cuma 5 orang yang datang untuk membaca dan meminjam buku di perpustakaan. “Target kita dalam setahun 12 ribu pengunjung yang datang ke perpustakaan, baik ke perpustakaan daerah, sekolah, desa dan perpustakaan keliling,” ujar Eddy.

Untuk meningkatkan minat baca masyarakat, lanjut Eddy, rencana tahun 2018 nanti pembangunan gedung perpustakaan dipelataran wisma samudra atau tepatnya di simpang lima Toboali. “Saat ini sedang dalam tahap penyusunan Dednya, tahun depan (2018) pembangunan dengan anggaran sebesar Rp 7 miliar,” jelasnya mengakui bahwa rencana pembangunan gedung perpustakaan itu telah masuk program prioritas.

“Pembangunan gedung perpustakaan di simpang lima Toboali agar lebih dekat dengan masyarakat, dan masyarakat lebih mudah untuk menjangkaunya dan berkunjung ke perpustakaan sehingga ke depannya diharapkan perpustakaan itu dapat menjadi ikon daerah yang menyatu di dalam pariwisata,” ulasnya.

Namun disamping itu, kata Eddy, dalam rangka untuk meningkatkan minat baca masyarakat juga mengaktifkan perpustakaan di masing-masing desa serta melalui layanan mobil perpustakaan keliling. “Kalau di desa, masyarakat lebih senang dengan buku tentang resep makanan terutama dikalangan ibu-ibu rumah tangga, serta buku tentang perkebunan, pertanian dan peternakan. Tapi ada juga sebagiannya yang mencari buku tentang perundang-undangan, misalnya tentang pemilihan kepala desa dan sebagainya. Karena itu, buku yang ada di perpustakaan terdiri dari berbagai macam judul buku,” tuturnya.

Menurut pihaknya, dasar pengadaan buku untuk perpustakaan juga disesuaikan dengan kebutuhan minat baca masyarakat. “Buku-buku yang ada di perpustakaan daerah juga di distribusikan ke perpustakaan desa dan sekolah, termasuk buku bantuan dari perpustakaan nasional. Ada 16 dus buku yang kita terima dari perpustakaan nasional pada tahun 2016 lalu,” pungkas Eddy.(tom)