Sejumlah Karyawan PT. NKA Keluhkan Pemecatan Sepihak?, Tuntut THR & Uang Pesangon

by -
Sejumlah Karyawan PT. NKA Keluhkan Pemecatan Sepihak?, Tuntut THR & Uang Pesangon
Sejumlah mantan karyawan PT. NKA.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Sejumlah mantan karyawan PT. Nippindo Kaoline Abadi (NKA) di Desa Badau, Kecamatan Badau mempertanyakan dan mengeluhkan dugaan tindakan pemecatan secara sepihak oleh pihak perusahaan.

Salah satu mantan karyawan perusahaan PT. (NKA) Ahmad mengatakan, alasan pemecatan mereka oleh pihak perusahaan dirasa sangat memberatkan. Apalagi, tidak ada uang pesangon yang diberikan kepada mereka.

“Kita sempat mempertanyakan kepada pihak perusahaan, alasanya ada pengurangan karyawan. Kemudian adanya wabah virus Covid-19 jadi kontrak tidak diperpanjang,” jelas Ahmad kepada Belitong Ekspres, Rabu (17/6) kemarin.

Namun kata Ahmad, ada kejanggalan pada proses kontrak yang tidak diperpanjang. Sebab, pada awal kerja dirinya hanya mendapat kontrak selama 6 bulan. Tetapi setelah kontrak tersebut habis, ia masih tetap boleh bekerja tanpa ada kontrak perpanjangan. Lantas, setelah dirinya akan diberhentikan tiba-tiba muncul sebuah surat kontrak kerja.

“Pas mau diberhentikan tiba-tiba keluar surat kontrak kerja. Jadi saya tidak pernah tanda tangan karena memang kontrak tersebut muncul secara tiba-tiba ditambah kita tidak diberikan pesangon,” jelasnya.

Dikatakanya, pada kontra tersebut dijelaskan jika kontrak mereka habis pada April 2020. Lantas, karena berdekatakan dengan Hari Raya Idul Fitri, seharusnya dirinya beserta teman-teman pekerja yang di PHK juga berhak mendapatkan THR karena sudah bekerja di atas satu tahun.

Meningkatkan lanjuti hal tersebut, dirinya mencoba meminta konfirmasi atau kejelasan kepada pihak perusahaan terkait hak mereka berupa pesangon yang tidak diberikan. Tetapi menurut perusahaan, mereka tidak berhak mendapatkan uang pesangon dengan alasan mereka kerja kontrak, bukan kerja tetap. “Kami mendapat SP tidak pernah, absen terus masuk, bahkan pada hari minggu jika di suruh bekerja kami tetap bekerja,” katanya.

Keanehan lainnya muncul ketika dirinya beserta teman-teman pekerja yang di PHK mempertanyakan soal uang THR kepada pihak perusahaan. Namun pada saat ingin pengambilan THR tersebut mereka diminta untuk menandatangani sebuah surat bermaterai yang berbunyi “mereka tidak boleh menuntut apapun kepada perusahaan”.

Karena bunyi surat tersebut seperti itu kata Ahmad, akhirnya Ia tidak berkenan mengambil uang THR tersebut dak tidak menandatanganinya. “Kami sudah sampai permasalahan kami ke Disnaker, kami sempat melakukan mediasi tetapi sayangnya pihak perusahaan tidak datang. Kalau tidak salah pada tanggal 5 Juni kemarin untuk yang di PHK ada 12 orang,” ungkapnya.

“Kami tidak muluk-muluk. Kami hanya minta hak kami yaitu, berupa uang pesangon, uang THR dan juga uang cuti yang belum kami diambil,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang mantan karyawan lainya Eriko mengatakan, kalau diri sudah bekerja di perusahaan tambang kaolin tersebut selama 5 tahun 3 bulan. “Saya juga salah satu yang di PHK. Kemudian pihak perusahaan hanya mau memberikan pesangon selama satu bulan saja. Kemudian saya menolaknya karena secara aturan bukan seperti itu,” katanya.

Tak hanya itu mantan karyawan yang bertugas di bagian mekanik tersebut juga mengatakan kalau 10 bulan BPJS tidak dibayarkan akan tetapi gaji tetap dilakukan pemotongan. “Kita hanya meminta hak-hak kami tidak lebih dari itu. Semoga masalah ini segera cepat selesai dan permasalahan kami, sudah kita sampaikan kepada Disnaker Kabupaten Belitung,” tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan klarifikasi. Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi dan menghubungi pihak perusahaan di nomor 0817983xxxx, namun tidak ada jawaban. (rez)

Editor: Yudiansyah