Sekda Beltim: Anggaran Covid-19 Rp 90 Miliar Bukan Berarti Harus Dihabiskan

by -
Sekda Beltim: Anggaran Covid-19 Rp 90 Miliar Bukan Berarti Harus Dihabiskan
Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Banyak pihak mempertanyakan pemanfaatan refocusing atau pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Pemkab) Beltim) yang hingga saat ini masih relatif utuh. Padahal Pemerintah pusat telah menginstruksikan refocusing dipergunakan maksimal menyelesaikan tiga cluster yakni kesehatan, pemulihan ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi, semua pihak harus memahami bahwa anggaran refocusing harus dihabiskan untuk penanganan Covid-19. Apalagi Kabupaten Beltim termasuk salah satu daerah yang disetujui menerapkan new normal.

“Walaupun nanti yang dipahami bawah dari refocusing itu kalau melihat nilai 90 milyar bukan berarti harus dihabiskan, tidak. Sesuai kondisi kita. Secara epidemologis dan ketetapan dari pusat, kita zona hijau. Artinya dengan kondisi ini bisa kita lihat bahwa wilayah kita dalam belanja penanganan covid tidak terlalu menghabiskan dana yang sangat besar,” ungkap Ikhwan seusai menghadiri RDP bersama DPRD Beltim, Selasa (16/6) lalu.

Ikhwan menyatakan fokus utama Kabupaten Belitung Timur adalah memutus mata rantai penyebaran covid. Sehingga pembelanjaan diarahkan pada pengadaan APD dan rapid test. “Kita fokus dalam pemutusan mata rantai, ini mungkin belanjanya diarahkan pada saat ini untuk pengadaan APD, rapid test sehingga menjadi ukuran bagi kita, sampai dimana epidemilogis,” ujarnya.

Dari sejumlah kasus positif yang terkonfirmasi dari Belitung Timur, tidak satupun berstatus warga lokal. Termasuk pasien terakhir yang bekerja sebagai pegawai Puskesmas Dendang adalah warga Kabupaten Belitung.

“Yang kita tahu, di Beltim ini tidak ada tranmisi yang dari dalam, persebaran datangnya dari luar. Kita sudah selesai dengan yang dari luar, pasien OH asal Bekasi. Muncul lagi yang dari tenaga medis yang notabene dari Belitung,” jelasnya.

Sekda Beltim mengakui sempat berbicara dengan pihak Rumah Sakit Marsidi Judono terkait siapa yang lebih berhak menangani pasien yang bekerja di Puskesmas Dendang. Belakangan disepakati bahwa pasien dirawat di RSUD Beltim dan Pemda Beltim menyatakan siap menanganinya.

“Untuk menuju new normal, saya himbau kepada seluruh lapisan masyarakat yang mungkin atas lembaga oeganisasi komunitas untuk dapat menyampaikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Kondisi kita ini, dengan new normal apa yang akan kita lakukan, tidak sama dengan sebelum normal. Intinya mari disiplin melaksanakan kegiatan sesuai protokol kesehatan covid,” pinta Ikhwan.

Dia menambahkan, pencegahan Covid hanya bisa dilakukan apabila seluruh masyarakat saling mengingatkan penerapan protokol kesehatan di setiap aktifitas. Terutama mematuhi ketentuan seperti pemakaian masker, hand sanitizer, PHBS di setiap rumah tangga dan menghindari tempat keramaian.

“Masyarakat yang memahami agar menginformasikan kepada yang disekitarnya. Kita sehat orang sehat, kita selamat orang juga harus selamat,” pungkasnya. (msi)

Editor: Yudiansyah