Sekda Beltim Tak Jawab Surat Penyelenggara Pemilu

by -
Sekda Beltim Tak Jawab Surat Penyelenggara Pemilu
Sekda Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi.

Tapi Siap Bantu Surat Kesehatan
Melalui Rumah Sakit dan Puskes

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Beltim Ikhwan Fahrozi menyatakan Pemkab masih mendalami aturan KPU terkait penggunaan rapid tes untuk penyelenggara pemilu di daerah.

Hal ini dikatakan Ikhwan karena sebelumnya telah menerima surat dari penyelenggara Pilkada Beltim yang intinya meminta bantuan untuk memastikan kesehatan para petugas penyelenggara saat berada di lapangan.

Ikhwan menyatakan Pemkab tidak perlu membalas surat penyelenggara dan memilih bertemu langsung sekaligus mendalami aturan KPU tentang penggunaan rapid test.

“Sebetulnya kami memang menerima surat dari KPU maupun Bawaslu namun ada hal-hal yang kita perlu audiensi. Kita tidak perlu membalas dengan surat karena kita harus mendalami tentang aturan KPU pusat yang mungkin intinya bahwa penggunaan rapid tes pada situasi kondisi seperti apa. Karena ada kondisi-kondisi yang disesuaikan dengan daerah,” ungkap Ikhwan, Selasa (7/8).

Ikhwan yang juga merangkap sebagai Sekretaris Gugus Tugas Penanganan Covid Kabupaten, lebih memilih opsi penerbitan surat keterangan sehat dari rumah sakit atau puskesmas bagi petugas penyelenggara.

“Ternyata salah satu poin dalam PKPU bahwa apabila kondisi wilayah itu memang ketersediaan rapid tes nya tidak banyak, disitu disarankan kepada petugas untuk bekerjasama dengan rumah sakit atau puskes terdekat untuk pemeriksaan kesehatan. Jadi cukup untuk surat keterangan kesehatan yang diberikan kepada petugas coklit. Jadi ada poin ini,” katanya.

Menurut Ikhwan, minimnya persediaan rapid tes karena Kabupaten Beltim tergolong wilayah hijau penyebaran Covid. Alasan inilah yang kemudian menyebabkan pengadaan rapid tes terbatas.

“Kami sudah koordinasi, meminta data dari KPU maupun Bawaslu berapa personil mereka nanti, akan kita kerjasamakan dengan rumah sakit dan puskes untuk menerbitkan surat keterangan sehat. Disitu surat kesehatan misalnya terbebas dari influenza,” jelasnya.

Di sisi lain, Ikhwan menyampaikan bahwa masing-masing stakeholder yang masuk dalam Gugus Tugas penanganan Covid diminta melakukan paparan dan kajian penerapan protokol kesehatan. Hasil paparan akan dirangkum dan dijadikan acuan new normal di setiap aktifitas masyarakat.

“Terus terang kita berbicara kepulauan tentunya (Kabupaten) Belitung sudah launching new normal per 1 Juli. Nah ini sebetulnya momentum kenapa kita tidak berbarengan. Karena memang dari kondisi sekarang ini justru persebaran covid memang transmisinya dari luar. Selama ini masuknya lewat perbatasan Beltim. Dengan new normal di Belitung nanti akan berdampak ke kita,” sebut Ikhwan.

“Nah ini kita harus hati-hati melaksanakan pengertian new normal ini. Kita sudah melaksanakan semi new normal. Terutama pada kegiatan ASN sudah memberlakukan jam kerja, pendidikan juga sudah menyiapkan protokol kesehatan, pariwisata sudah menyiapkan SOP (tempat wisata) dan mungkin nanti di bidang keagamaan karena akan menjelang Idul Adha,” ulasnya. (msi)