Sekda : Kita Tidak Bela Desa Manapun

by -

MUNTOK – Empat desa di Bangka Barat (Babar) ternyata sedang mengalami persengkatan tapal batas. Yakni antara Desa Penyampak dan Desa Tanjung Niur Kecamatan Tempilang dan antara Desa Air Belo dengan Desa Air Limau, Kecamatan Muntok.
Untuk sengketa tapal batas desa antara Desa Air Belo dan Air Limau yang berujung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Palembang dimenangkan Air Limau selaku penggugat SK Bupati mengenai batas kedua desa. Namun keputusan PTUN belum inkrah karena Pemkab mengajukan banding. Menanggapi hal tersebut, Sekda Bangka Barat Yanuar.,SH.,MH mengatakan pihaknya tidak ada upaya untuk membela salah satu desa. Dengan banding ini agar semuanya puas dan tidak menaruh curiga maupun dendam sesama masyarakat Babar. Aparat Pemdes agar menjaga ketentraman masing-masing wilayah jangan saling hasut dan memprovokasi. “Ini masalah hukum jadi hormati keputusan pengadilan,” ujarnya, Kamis (5/11).
Dikatakannya, Pemkab selaku tergugat tidak menaruh dendam dengan Desa Air Limau yang menggugat. Karena dibawa ke pengadilan permasalahan ini sudah sesuai jalur kalau tidak terima dengan keputusan Pemkab maka bisa ditempuh melalui jalur hukum bukan dengan adu otot. “Menurutnya, Pemkab sebagai orang tua terhadap anaknya tidak memiliki kepentingan apa pun, kalau ada yang kalah dan menang keduanya tetap masih di wilayah Babar,” tuturnya.
Masih dikatakannya, karena masih dalam wilayah Babar dalam pembelaan pihaknya tidak memakai Jaksa Pengacara Negara (JPN) dari Kejari Muntok namun hanya memakai pengacara Pemkab Babat dalam hal ini Bagian Hukum Setda Kabupaten Babar. Mengingat Hal itu dilakukan, karena Pemkab tidak mau kelihatan ada kepentingan membela salah satu desa. “Pemkab hanya mempersiapkan bukti-bukti yang ada mulai peta wilayah sewaktu Babar sebelum dimekarkan bahkan saja. Keluarnya SK Bupati Babar mengenai batas wilayah berdasarkan kesepakatan warga ke dua desa. Saya sudah ingatkan semua perangkat desa sampai ada keputusan akhir dari pengadilan agar menjaga ketertiban masing-masing desa,” imbuhnya.(ray)