Sekolah di Beltim Mulai Dibuka Kembali, Sebagian Masih Ada BDR

by -
Sekolah di Beltim Mulai Dibuka Kembali, Sebagian Masih Ada BDR
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Amrizal.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Setelah sempat melaksanakan belajar dari rumah (BDR) lebih kurang 10 hari, sejumlah sekolah di Kecamatan Manggar dan Gantung Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mulai dibuka kembali.

“Hari inikan memang Manggar dan Gantung kita coba buka, tetapi masih ada sekolah yang BDR karena sekolah itu ada masih terpapar,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim, Amrizal seusai menghadiri serah terima jabatan Plh Bupati kepada Bupati defenitif di Auditorium Zahari MZ,  Senin (3/1).

Menurutnya, membuka beberapa sekolah sementara lainnya tetap BDR merupakan langkah kehati-hatian sebelumdinyatakan benar-benar bebas penyebaran Covid-19.

“Jadi kami tetap hati-hati untuk membuka. Ketika sudah ada pemeriksaan tim tidak ada lagi yang positif, buka. Jadi standartnya seperti itu, sekolah-sekolah sudah tahu,” katanya.

Amrizal menegaskan, evaluasi pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah tetap dilakukan meskipun tidak ada aturan baku. “Evaluasi terus (dilakukan) walau tidak ada aturan yang sifatnya baku, permasalah Covid tetap jadi dasar untuk pembukaan sekolah,” tegasnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim mengambil kebijakan pelaksanaan belajar dari rumah (BDR) di dua Kecamatan yakni Manggar dan Gantung. Berdasarkan hasil tracking, siswa yang positif Covid-19 tersebar di SD dan SMP.

“Ini sangat mengkhawatirkan, jadi kami Dindik seizin dengan Tim Covid Kabupaten yang akan saya laporkan, mulai besok Jum’at sampai Sabtu depan akan melaksanakan BDR dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Ini semua satuan pendidikan, TK, SD dan SMP di dua Kecamatan yakni Manggar dan Gantung,” ujar Amrizal.

Pemberlakuan BDR kata Amrizal juga tetap diikuti dengan evaluasi terutama memastikan penyebaran Covid-19 terputus. Jika sudah dianggap aman, pembelajaran tatap muka langsung kembali dimulai.

“Sekali lagi Dindik mempunyai tugas berat yaitu menjamin pelaksanaan pendidikan, pembelajaran tatap muka di sekolah secara aman. Itu tanggungjawab Dindik, kalau tidak aman kita dari jalan lain. Namun tatap muka masih dianggap cara yang paling baik untuk pendidikan,” jelasnya.

Amrizal memastikan, belajar tatap muka tidak akan dipaksakan apabila keselamatan anak terhadap paparan Covid tidak terjamin keamanannya.

“Kalau Sabtu depan, evaluasi masih diperlukan BDR, kita akan BDR. Kita tidak usah memaksakan diri, yang jelas keselamatan anak-anak adalah utama. Kita berharap semoga cepat berakhir dan bisa melaksanakan proses belajar seperti semula,” tandas Amrizal. (msi)