Sekolah Harus Bebas dari Kasus Asusila

by -

*DPRD Prihatin

PANGKALPINANG – DPRD Kota Pangkalpinang merasa prihatin terhadap maraknya kasus asusila yang terjadi di sekolah pada tahun 2016 lalu. Oleh karena itu, pihak legislatif berharap di tahun 2017 ini sekolah harus bebas kasus asusila.

Anggota Komisi I DPRD Kota Pangkalpinang, Rio Setiady mengakui bahwa sepanjang tahun 2016 lalu, pihaknya mendapat banyak laporan baik dari wali murid ataupun masyarakat tentang pelecehan seksual dan kekerasan di lingkungan sekolah baik yang dilakukan oleh sesama peserta didik maupun dengan melibatkan oknum tenaga pendidik sekolah.

“Ini tentu sangat miris, mengingat Kota Pangkalpinang secara akademis memiliki prestasi yang cukup membanggakan hingga ke tingkat nasional. Ditambah lagi dengan dilaunchingnya menuju kota layak anak, maka sudah sewajarnya jika banyak harapan untuk pendidikan yang baik di ibukota provinsi Babel ini,” kata Rio kepada Babel Pos, Rabu (4/1) kemarin.

Menurut Rio, sebagai lembaga pendidikan pencetak kaum intelektual, sekolah hendaknya mampu memberikan lingkungan yang dapat menjadi tauladan dari berbagai aspek, akademis maupun moralitasnya. Katanya, keduanya harus berjalan seimbang.

“Tak banyak manfaatnya jika kecerdasan akademis yang tak diimbangi dengan akhlakul karimah. Jadi semuanya harus berjalan selaras,” ujarnya.

Oleh karenanya, dikatakannya, dari hasil pantauan komisi satu di lapangan untuk dunia pendidikan di Kota Pangkalpinang masih banyak hal yang harus dibenahi khususnya terkait persoalan akhlaq baik itu pendidik maupun anak didik.

“Makanya kami harapkan jika ada oknum tenaga pendidik yang menjadi bagian dari masalah tersebut, sekolah tak perlu menutup – nutupinya, justru masyarakat harus diberikan informasi karena bisa jadi ada banyak korban yang belum berani mengungkapkan, sebagaimana kasus yang baru terjadi baru-baru ini,” tegasnya.

Tak heran, lanjut Politisi PKS ini, terkait persoalan ini Pemkot Pangkalpinang melalui dinas pendidikan agar tidak menganggap remeh pristiwa berantai ini. Sebab, katanya, kasus asusila di lingkungan sekolah hampir terjadi setiap bulan.

“Pengawas sekolah harus pro aktif turun ke sekolah-sekolah lihat bagaimana kondisi lapangan, apakah ada pelanggaran normatif baik terhadap perda pendidikan maupun Undang – undang secara umum. Jika memang ada, jangan segan untuk beri sanksi sesuai aturan yang berlaku. Ini adalah lingkungan pendidikan jangan di anggap remeh. Jika tetap ada lembaga pendidikan yang membandel, bisa ambil langkah maksimal di tutup saja dari pada mengundang banyak mudharat yang lebih besar,” pungkasnya. (pas)