Sekolah Paket Tak Lepas Dari Peran Dindik dan PKBM

Sekolah Paket Tak Lepas  Dari Peran Dindik & PKBM

Salah seorang warga belajar yang lulus Paket B membubuhkan cap jempol diatas ijazah.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Direktur Eksekutif LPMP Amair, Riska mengungkapkan, pembagian ijazah atas kelulusan warga belajar Paket B, tidak lepas dari peran Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim. Tak hanya Dinas Pendidikan, ungkapan terima kasih juga disampaikan pada PKBM Taruna Maju Kecamatan Gantung.

RajaBackLink.com

“Alhamdulilah 17 orang warga belajar yang tujuh orang diantaranya adalah warga suku Sawang. Tahun ini resmi lulus dan mendapat ijazah paket B (setara SMP). hal ini juga tidak lepas dari peran pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Beltim dan PKBM Taruna Maju Kecamatan Gantung selaku lembaga pelaksana sekolah penyetaraan Paket,” ujar Riska.

Diakui Riska, banyak suka duka dalam proses belajar mengajar penyetaraan paket B yang diinisiasi LPMP Amair. Menurut dia, peran warga belajar sendiri menjadi hal yang cukup menarik dalam kelas belajar yang berjalan kurang lebih 2 tahun ini.

Baca Juga:  17 Warga di Kecamatan Gantung Lulus Sekolah Paket B

“Paket B ini merupakan kelas lanjutan dari fasilitasi di Paket A (setara SD) yang dilaksanakan tahun 2015 – 2016 lalu. lulus di Paket A kawan-kawan lanjut mendaftar di Paket B. Namun kelas belajar baru dimulai di akhir tahun 2017 dan sampai di tahun 2019 ini kawan-kawan masuk ke tahap ujian nasional USBN dan UNBK,” bebernya.

Riska menegaskan, komitmen Amair dalam fasilitasi ini masih dan tetap dalam maksud serta semangat Program Peduli Inklusi Sosial yang dijalankan LPMP Amair untuk suku Sawang Gantong.

“Kita tahu bersama, banyak stigma-stigma negatif tentang orang Sawang (jorok, bodoh, kasar, kumuh, dll). Memang tak dapat dipungkiri, banyak orang Sawang yang putus sekolah, dan bahkan memilih untuk tidak bersekolah,” kata Riska.

Riska menceritakan, di awal program mereka pernah menyurvei 221 jiwa orang sawang (awal tahun 2016) hanya ada 38 orang yang memiliki ijazah SD, 20 orang memiliki ijazah SMP, 7 orang memiliki ijazah SMA, 58 anak-anak yang belum bersekolah maupun masih bersekolah, dan sisa 98 orang tidak memiliki ijazah sama sekali.

Baca Juga:  17 Warga di Kecamatan Gantung Lulus Sekolah Paket B

“Dari survey ini, pernah kami tanyakan kepada orang-orang Sawang kenapa banyak yang putus sekolah dan memilih tidak bersekolah. Rata-rata jawaban dari mereka ialah karena malu dan sering menjadi sasaran bully-an di sekolah bahkan sering dituduh kriminal. Berbicara bahasa Sawang pun tidak boleh karena sering dianggap aneh dan tidak sopan jika itu di sekolah,” jelas Riska.

Riska menyatakan dari keterangan survey, LPLM Amair mengajak anak-anak suku Sawang ikut serta dalam proses belajar sekolah paket. “Sarapan kami ini menjadi salah satu langkah kecil untuk perubahan orang Sawang dan mengikis stigma negatif yang ada. Serta menjadi penyemangat kepada generasi muda anak-anak Sawang akan pentingnya bersekolah dan nilai-nilai dalam pendidikan,” tutup Riska. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply