Sekolah-Sekolah di Belitung Sudah Patuhi Protokol Kesehatan

by -
Sekolah-Sekolah di Belitung Sudah Patuhi Protokol Kesehatan
Bupati Belitung didampingi Kepala Dinas Pendidikan Belitung mengunjungi siswa-siswa SDN 10 Tanjungpandan.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Bupati dan Wakil Bupati Belitung meninjau sekolah – sekolah, dalam rangka penerapan new normal di bidang Pendidikan, Senin ( 27/7) kemarin. Bupati Belitung H. Sahani Saleh ke SMPN 7 Tanjungpandan, SDN 10 Tanjungpandan, sedangkan Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie ke SDN 16 Tanjungpandan dan SMPN 1 Tanjungpandan.

Bupati Belitung H. Sahani Saleh mengatakan peninjauan ini untuk melihat sejauh mana penerapan SOP Protokol Kesehatan dan terkaitan pencegahan Covid-19. “Kita lihat Pysical Distancing, kita ngecek kepada siswa-siswa, apakah upaya upaya pencegahan Covid-19 sudah diberikan kepada murid-murid. Alhamdulillah begitu masuk, itu dulu yang diberikan dari guru-guru ke mereka siswa,” kata Sahani Saleh kepada Belitong Ekspres.

Selain itu kata Bupati, pihaknya juga melihat fasilitas sekolah dalam hal menunjang pencegahan wabah Covid-19, seperti penataan tempat duduk siswa, tempat cuci tangan dan lain-lainnya. “Kita lihat tempat cuci tangan sudah banyak, dan bahkan setiap depan kelas sudah ada, penyusunan bangku sudah dilakukan, menggunakan masker. Jadi alhamdulillah semuanya sudah sesuai SOP Protokol Kesehatan,” jelasnya.

Maka orang nomor 1 di kabupaten Belitung itu menyebutkan dari hasil tinjauan hari ini, semua sekolah tersebut telah melakukan SOP Protokol Kesehatan. “Tidak, tidak ada, kita sudah minta Pak Kadis Pendidikan untuk menjadi penanggung jawab dalam hal ini, sebagaimana tugas mereka di jajarannya. Setelah kita tinjau baik SOPnya, Protokolnya sudah sesuai dengan apa yang tertuang di dalam Perpub 23 tahun 2020 di bidang pendidikan,” terangnya.

Sementara itu wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie mengatakan setelah dirinya mengunjungi beberapa sekolah tersebut, masih tetap konsisten melaksanakan SOP Protokol Kesehatan. “Saya lihat masih konsisten, satu-satu. Memang ini ada kaitan dengan fasilitas tambahan misalnya di SD tadi cuci tangan masih pakai semprot, bukan pakai tekan, kalau semprot pakai 5 jari, kalau tekan cukup 1 jari, nah itu yang harus diperbaiki, nanti kita coba lengkapi,” katanya.

Menurut Isyak, pengaturan jam, jumlah murid penggunaan masker semuanya sudah tertib, sehingga kepatuhan siswa sangat patuh sekali. “Jauh lebih tertib dibandingkan orang dewasa ketika di luar jam sekolah, itu pelajaran berharga buat kita,” tukasnya. (dod)