Sektor Pariwisata Belitung Turun

by -

*Terkesan Monoton, Kurang Inovasi dan Kreatifitas
TANJUNGPANDAN-Pariwisata Belitung di awal tahun 2015 ini dinilai mengalami penurunan. Bahkan penurunan ini dinilai cukup signifikan hingga pada level mengkhawatirkan. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Belitung Isyak Meirobie kepada Belitong Ekspres, Kamis (12/3), kemarin di Gedung  DPRD.
Isyak menyatakan, melambatnya perekonomian di Belitung membuktikan bahwa sektor pariwisata sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan pendapatan masyarakat. “Seperti perhotelan, transportasi, restoran dan toko oleh-oleh. Selain itu, pendapatan para pelaku wisata  seperti pemandu,supir dan pewirausaha kepariwisataan belitung,” sebutnya.
Politisi berlatar belakang pengusaha ini menyebutkan,  tingkat penurunan omzet di sektor pariwisata dalam dua bulan terakhir ini merupakan sejarah paling terburuk dalam kepariwisataan di Belitung pasca Laskar Pelangi.
“Data yang saya terima berkisar 50-60 persen (penurunan di banding periode yang sama tahun lalu,Red). Jadi, kalau ada pihak yang meragukan sektor ini, berarti mereka tidak peka dengan pengaruh wisata terhadap peningkatan pendapatan masyarakat,” tegasnya.
Lanjut Isyak, melambatnya sektor wisata di Belitung terjadi bukan karena sebab. Salah satunya pengaruh ekonomi nasional dengan beberapa regulasi (kebijakan) yang belum berpihak kepada Belitung.  “Serta konsistensi pemerintah pusat yang berpihak pada pembangunan kepariwisataan di Belitung  dari kabinet ke kabinet,” kata Isyak.
Isyak mengakui, faktor lokal seperti perubahan cuaca secara ekstrim di bulan Januari-Februari 2015 lalu, juga menjadi pengaruh menurunnya sektor ini.
Politisi yang akrab disapa Cak Robie itu mengatakan, faktor yang paling signifikan adalah tidak adanya arah dan aksi yang jelas.  “Pariwisata Belitung mau dibangun seperti apa, sehingga branding (pembangunan citra) dan kesan pariwisata kita cenderung hanya itu-itu saja. Bahkan, menjenuhkan dan tidak ada inovasi dan kreatifitas,” paparnya.
Isyak mengingatkan jangan sampai terjadi pembiaran dari pelaku wisata dan pembangunan wisata berjalan tanpa pilot atau nahkoda. Sebab, tidak adanya sinergisitas antar satuan kerja perangkat dinas (SKPD) juga bisa berdampak terhdap pembangunan pariwisata. “Dengan begitu, terkesan tumpang tindih, saling tunggu dan tidak “ompak dalam merealisasikan sebuah program pariwisata,” kritisnya.
Ia mengatakan, jangan hanya pada saat booming (ramai) saja. Lantas, pemerintah daerah mengklaim seakan-akan ini adalah keberhasilan pemerintah. “Saat mati suri seperti sekarang ini ,kemana pihak eksekutifnya. Pelaku wisata justru dibiarkan terjun bebas dengan nasibnya masing masing,”  ucapnya.
Wakil Ketua DPRD itu meminta pemerintah daerah (Pemda) segera merealisasikan rencana pengembangan pariwisata secara resmi. Jadi,  untuk mengembangkan destinasi baru yang melindungi pelaku wisata lokal dari serbuan pasar bebas.
“Artinya, bisa memberi kemudahan dan keistimewaan bagi investor di sektor kepariwisataan serta menjadikan adat dan budaya Belitong sebagai identitas daerah dalam pengembangan wisata,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengajak Pemda untuk mewujudkan itu semua. Jangan terlambat, ekonomi alternatif Belitung tinggal pariwisata, perikanan dan sektor perkebunan yang nyatanya belum menjangkau semua lapisan. Sedangkan, pertambangan sudah sulit diandalkan.
“Libatkanlah pelaku wisata dalam mengambil kebijakan. Agar lebih tepat sasaran. Jangan perlakukan para pemangku kepentingan pariwisata ini layaknya seperti karpet, dipajang sekaligus diinjak,”  tandasnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Belitung Sahani Saleh menyatakan, sebenarnya karena kondisi alam yang berpengaruh dengan wisatawan. Apalagi musim sekarang, semua orang juga sudah tahu kendalanya. “Jadi,memang bukan karena unsur kesengajaan atau ada hal apa-apalah,” jelasya.

Bupati yang akrab di sapa Sanem ini, justru meyakini, pasca kondisi cuaca dalam dua bulan terakhir ini. Para wisatawan akan lebih banyak datang ke Belitung. “Sekarang ini, kan sudah mulai banyak travel yang dipesan. Dan kita juga tetap akan lebih fokus dalam hal ini, terutama wisata laut,” ujar Sanem.

Sanem mengatakan, munculnya isu-isu seperti itu, sudah pasti ada orang yang ingin bersaing. Mungkin, isu-isu itu dihembuskan untuk sesuatu hal. Untuk di Babel saja, orang melirik Belitung lebih jauh.  “Faktanya, besok (Jumat 13/3 hari ini,red) Menteri Pariwisata datang ke Belitung,” sebutnya.

Dikatakannya, sebenarnya isu-isu demikian itu tidak perlu ditanggapi. Tetapi, mari kita sama-sama sekarang lebih fokus mempersiapkan kedatangan sejumlah menteri di Belitung.(mg2)