Selain Tambang Apa?

by -

MANGGAR – Sektor pertambangan, khususnya timah kini tidak lagi menjadi primadona untuk pendapatan daerah. Hal ini harus menjadi perhatian dengan cara menggali sumber daya lain, yang dapat dijadikan potensi-potensi unggulan di Belitung Timur (Beltim).

Anggota DPRD Beltim dari Fraksi PKS, Rohalba memberikan kritikan atas persoalan tersebut. Menurutnya, tambang merupakan sumber daya alam yang tidak bisa diperbaharui meski terkadang menjadi penyumbang pendapatan cukup besar.

Apalagi, APBD Beltim dalam setiap tahun anggaran hanya digunakan untuk membiayai program kegiatan di masing-masing SKPD, yang belum jelas besaran pendapatan bagi daerah.

Rohalba menilai, pengembangan ekonomi kreatif dapat menjadi jalan keluar ketergantungan pada pendapatan sektor tambang. Salah satunya melalui program One Village One Product. Dampaknya adalah memacu tumbuhnya industri rumah tangga di wilayah pedesaan.

“Potensi tersebut seperti pengembangan ekonomi kreatif yang pada karya melalui One Village One Product yang pernah digagas dari Kabupaten/Kota lainnya. Ini akan memacu home industry di masing-masing wilayah,” ujar Rohalba, Sabtu (21/2) pekan lalu kepada wartawan.

Jika sudah berjalan, Rohalba meyakini perkembangan usaha kecil dan menengah di masyarakat dapat didukung melalui berbagai program lainnya.

Contohnya, pemberdayaan melalui pendataan, kemitraan, kemudahan perizinan, penguatan kelembagaan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan.

“Sektor perikanan misalnya, diharapkan tumbuh industri hasil perikanan laut dan pengembangan perikanan darat. Pemanfaatan sumber daya alam berupa lahan, mulai lahan pekarangan, lahan tidur hingga eks tambang untuk sektor pertanian dengan ekstensifikasi dan intensifikasi pertanian tanaman pangan organik,” urainya.

Termasuk bersinergi dengan sektor peternakan yang mendorong laju pembangunan agro industri dan agro wisata yang sehat, ramah lingkungan dan bernilai edukatif. “Tentunya akan dapat memenuhi ketahanan pangan di Beltim dan meningkatkan pendapatan perkapita masyarakat dan PAD Beltim,” tandasnya. (feb)