Selama Covid-19, Kejari Beltim Lakukan Sidang Kasus Secara Daring

by -
Selama Covid-19, Kejari Beltim Lakukan Sidang Kasus Secara Daring
Persidangan online (daring) dengan terdakwa kasus pencurian di Kejari Beltim Hakim memutus vonis 10 bulan kurungan bagi terdakwa.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Selama masa tanggap darurat Covid-19, Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Beltim) melaksanakan sidang online bagi terdakwa kasus-kasus pidana umum. Wartawan harian Belitong Ekspres berkesempatan melihat dan mengikuti jalannya sidang online (daring) dengan terdakwa kasus pencurian yang digelar Rabu (27/5).

Pantuan Belitong Ekspres, ruang sidang di Kejaksaan Negeri menghadirkan terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam satu ruangan. Sedangkan para hakim berada di ruang sidang Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Masing-masing fokus pada layar monitor untuk saling bertanya dan menjawab melalui daring.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Beltim, Riki Apriansyah SH menjelaskan sidang online merupakan kebijakan Kejaksaan Agung RI menyikapi pandemi Covid-19. Dalam kebijakan tersebut, tidak disebutkan sampai kapan batas waktu sidang online diberlakukan.

“Sudah sekitar dua bulanan (sidang online) berjalan,” ujar Riki, Rabu (27/5) seusai sidang.

“Sampai waktu yang tidak ditentukan, kita tetap melakukan sidang online dengan pengadilan Tanjungpandan karena tidak ada yang dibolehkan sidang di Tanjungpandan,” imbuhnya.

Menurut Riki, kendala pelaksanaan sidang online adalah sinyal jaringan yang terkadang mempengaruhi kualitas gambar dan suara. Selain itu, pertanyaan yang dilontarkan hakim sedikit terbatas karena terdakwa tidak berhadapan langsung.

“Kendalanya paling di jaringan kalau pas sinyal tidak bagus. Sementara ini sih bagus,” kata Riki.

Namun sebut Riki, sejauh ini sidang online cukup efektif dengan dibuktikan penyelesaian seluruh perkara tidak ada yang diputus bebas.

Meski demikian, Riki menyebut kendala saat ini adalah pemindahan tahanan yang sudah divonis pengadilan. Dalam situasi normal, terdakwa yang sudah divonis akan dikirim ke lapas untuk menjalani masa tahanan. Sedangkan saat ini, para tahanan masih dititipkan di sel Polres dan Polsek.

“Sebab sekarang kalau mau di eksekusi di lapas harus melampirkan surat rapid tes. Tapi dalam waktu dekat, ada 13 tahanan yang harus kami pindahkan ke lapas karena sudah menumpuk. Kami juga lagi koordinasi dengan Dinkes untuk pemeriksaan rapid test,” tutupnya. (msi)

Editor: Yudiansyah