Seleksi Penerimaan ASN di Beltim Diperkirakan September

CPNS Belitung Timur

Ilustrasi CPNS Belitung Timur.

Kebutuhan CPNS 355 dan P3K 93

belitongeskpres.co.id, MANGGAR – Kabar gembira, penerimaan seleksi pengadaan ASN tahun 2019 di Beltim diperkirakan akan dibuka pada bulan September mendatang. Saat ini, pemerintah daerah masih mencocokkan kebutuhan formasi agar sesuai dengan kebijakan nasional.

RajaBackLink.com

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kabupaten Beltim Yuspian mengatakan, informasi terakhir dari pusat memang tahun ini akan diadakan tetapi berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Seleksi pengadaan ASN tahun ini ada dua yakni CPNS dan P3K. Untuk yang CPNS seperti tahun-tahun lalu memang diprioritaskan untuk tenaga pendidikan dan kesehatan. Termasuk P3K, pusat menekankan untuk pelayanan dasar.

“Kalau informasi dari pusat, di atas bulan September,” ujar Yuspian saat ditemui Belitong Ekspres seusai mendampingi Bupati dalam kegiatan arahan bagi rekrutmen PTT baru, Rabu (7/8) kemarin.

Menurut Yuspian, pemerintah pusat telah membuat rumusan terkait penerimaan ASN dari pelayanan dasar. Salah satunya adalah komposisi antara PNS dan P3K yang sesuai syarat kualifikasi.

Baca Juga:  Rumah Layak Huni Apabila Memenuhi Sejumlah Syarat

“Jadi P3K komposisinya 70 berbanding 30 khusus kesehatan dan pendidikan. 70 persennya itu P3K dan 30 persen PNS. Tetapi sekali lagi mengenai syarat kualifikasi setiap jabatan itu tidak ada yang dikurangi, kecuali usia yang diperpanjang. Jadi misalnya syarat guru harus pedidikan guru, tetap seperti itu walaupun P3K,” jelas Yuspian.

Ia menambahkan, jabatan non guru dan kesehatan sudah dibatasi untuk jabatan tertentu saja dari P3K walaupun belum seluruhnya. Prinsip dalam PP memungkinkan seluruh jabatan pelaksana itu bisa oleh P3K, tetapi pemerintah pusat melakukannya bertahap.

“Tidak sekaligus dibuka. Contohnya pada tahap pertama lalu, hanya tenaga pertanian dan guru. Intinya sesuai kebutuhan organisasi nanti di matching-kan dengan kebijakan nasional, barulah klop,” kata Yuspian.

Dikatakan Yuspian, soal mencocokkan kebutuhan daerah dengan kebutuhan secara nasional, telah diusulkan melalui aplikasi. Penggunaan aplikasi juga memungkinkan usulan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan nasional.

Baca Juga:  Sensus Penduduk 2020, BPS Beltim Libatkan Mitra

“Sekarang di kita sudah menyampaikan usulan sementara yang matching secara aplikasi dan sesuai kebutuhan OPD totalnya CPNS sebanyak 355 dan P3K sebanyak 93. Kalau misalnya jabatan ini belum di rekomendasikan pusat, kita entry bagaimanapun tetap tertolak. Meskipun diusulkan tetap tidak dapat. Sebalikhya, jika sesuai kebijakan nasional, langsung muncul. Tidak seluruh usulan terakomodir 100 persen,” bebernya.

Yuspian juga menyatakan, khusus penerimaan P3K masih terbentur regulasi. Namun tidak demikian dengan penerimaan PNS yang sudah teregulasi dengan baik. Sejauh ini, daerah masih menunggu Menpan mengeluarkan regulasi.

“Ditingkat nasional masih juga berdebat juga apakah P3K gajinya pemda atau beban APBN. masih tarik menarik. Yang kita tunggu adalah penetapan formasi defenitif, regulasi juknis mengenai P3K karena sejauh ini baru PP 49,” pungkasnya. (msi)

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply