Selewengkan Dana Penanganan Wabah Corona, Ancamannya Hukuman Mati

by -
Selewengkan Dana Penanganan Wabah Corona, Ancamannya Hukuman Mati
Kajari Beltim Abdur Kadir, SH, MH

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Kepala Kejaksaan Negeri Belitung Timur (Kajari Beltim) Abdur Kadir, SH MH menegaskan, penyimpangan terhadap penggunaan anggaran penanganan virus Corona (Covid-19), akan diberikan sanksi hingga hukuman mati.

Dikatakan Kajari, pergeseran anggaran oleh pemerintah daerah untuk penanganan dan dampak Covid-19 itu sudah disiapkan. Dari anggaran itu nanti dilihat, yang mana bisa digunakan baik untuk pembelian APD dan lain sebagainya.

“Tetapi, kegiatan-kegiatan yang lain nanti kalau ada diduga melakukan penyimpangan pasti akan ditindak tegas. Kalau nanti dalam penggunaan uang itu kurang akuntabel, atau menyimpang, ya pasti diproses,”  tukasnya kepada Belitong Ekspres, Selasa (14/4) kemarin.

“Karena kalau orang mengambil kesempatan korupsi didalam keadaan bencana ini hukumannya bisa maksimal. Bisa sampai pidana mati. Karena dia korupsinya didalam bencana,” tegas Abdur.

Oleh karena itu, dia mengingatkan untuk menggunakan dana itu dengan sebaik mungkin. Yaitu, sesuai regulasi yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, Kejaksaan, LKPP dan lain sebagai agar lebih efektif juga efesien.

“Jadi tidak ada kesan mark up atau fiktif. Kalau alat-alat APD kan dak mungkin fiktif, itu bisa dihitung. Cuman kegiatan-kegiatan yang lain harus efesien efektif, tidak terkesan membesar-besarkan anggaran disuatu kegiatan tertentu. Makanya kita ingatkan dari awal, kita sama-sama menghadapi bencana ini dengan anggaran yang ada dengan sebaik mungkin,” tandasnya. (dny)

Editor: Yudiansyah