Semarak Nyingkap Budaya Serambi Dul

by -

PANGKALPINANG – Sebanyak 200 ekor bebek dilepaskan di Sungai Air Beguruh Kampung Dul, yang kemudian diperebutkan warga yang langsung terjun ke sungai untuk menangkap bebek-bebek tersebut.
Pelepasan 200 ekor bebek tersebut merupakan salah satu rangkaian dari nyingkap budaya serambi Dul, yang digelar masyarakat Kampung Dul.
Ketua panitia penyelenggara Rian mengatakan, dalam rangka menyemarakan HUT RI ke- 70 dan nyingkap budaya serambi Dul, berbagai acara digelar yakni pukul bantal, panjat pinang di sungai, menangkap bebek dan joget dambus.
“Kegiatan ini juga dalam menyemarakkan HUT RI ke-70, namun kita lebih dari untuk memperkenalkan budaya Kampung Dul kepada masyarakat luas dengan menggelar berbagai kegiatan yng dipusatkan di Sungai Air beguruh,” kata Rian disela-sela kegiatan, Minggu (30/8).
Menurut Rian, kegiatan ini baru pertama kali digelar oleh masyarakat Kampung Dul, dengan masa persiapan selama dua minggu. Namun antusias masyarakat begitu membludak, untuk menyaksikan loma menangkap bebek, pukul bantal, panjat pinang di sungai dan joget dambus ibu-ibu.
“Saya tidak mengira masyarakat begitu membludak datang kesini, untuk menonton berbagai kegiatan yang menghibur ini. Sejak pagi masyarakat sudah berbondong-bondong datang, menjelang sore hari lokasi perlombaan ramai dipadati warga yang datang,” imbuhnya.
Pihak panitia sendiri tambah Rian, menyiapkan berbagai hadiah untuk lomba panjat pinang, pukul bantal dan joget dambus dan lomba menangkap bebek sebanyak 48 hadiah seperti mesin cuci, TV, kipas angin, kompor gas dan lain-lain.
Ia menambahkan, kegiatan bukan semata hanya hadiah tapi lebih sebagai wujud rasa terima kasih tokoh pemuda kepada orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat Kampung Dul.
“Kegiatan ini lebih untuk menghormati orang tua kita atau tokoh-tokoh masyarakat Kampung Dul melalui budaya yang ada di Kampung Dul, sehingga warga yang hadir dapat mengenal Kampung Dul lebih mendalam lagi,” tukasnya.
Kedepannya kata Rian, kegiatan ini akan dilaksanakan pada saat peringatan 1 Muharam, dengan kegiatan yang lebih banyak dan lebih meriah lagi. Dengan mengundang gubernur Babel serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Untuk tahun depan kegiatan ini akan digelar pada peringatan 1 Muharam, yang rencananya kita akan mengadakan nganggung bersama dengan menyiapkan 1000 dulang untuk warga yang hadir,” kata Rian.
Masih kata Rian, untuk kegiatan nganggung bersama yang bertempat di dermaga sungai Air Beguruh ini, ia meminta kepada Pemkab Bangka Tengah agar membangun dermaga yang permanen. Sebab dermaga yang ada saat ini masih terbuat dari kayu, yang dikhawatirkan ambruk pada saat acara nganggung bersama.
“Kita minta kepada Pemkab Bangka Tengah supaya membangun dermaga yang permanen dengan tiang yang terbuat dari cor bukan kayu, seperti saat ini. Sebab dikhawatirkan ambruk pada saat kegiatan nganggung bersama dengan menyediakan 1000 dulang,” pinta Rian.
Pantauan Radar Bangka, warga begitu antusian menyaksikan para peserta yang begitu semangat mengikuti berbagai perlombaan. Mereka sudah mempersiapkan diri untuk berenang menangkap bebek yang dilepas panitia ke sungai.
Warga yang hadir dibuat tertawa atas tingkah laku yang lucu dari peserta pada saat menangkap bebek, lomba pukul bantal dan panjat pinang. Kegiatan kemarin dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah Erzaldi Rosman Djohan, tokoh masyarakat dan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM). (cr62)