Sempat Buron 3 Bulan, Peson Terancam Hukuman Mati

by -
Sempat Buron 3 Bulan, Peson Terancam Hukuman Mati
Kapolres Belitung Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono dan jajaran saat menggelar konferensi pers, Senin (29/3).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Usai sudah pelarian Darwin alias Peson (40) pembunuh Muhammad Nur Ilham di Jalan Telex, Air Ketekok, Tanjungpandan, Jumat 18 Desember 2020 lalu. Pria yang DPO selama 3 bulan ini, diamankan Satreskrim Polres Belitung di kawasan Kampong Parit, Tanjungpandan, Sabtu (27/3) malam.

Saat ini pria bertato tersebut sudah berada di Mapolres Belitung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang menghilangkan nyawa seseorang. Bahkan tersangka pembunuhan berencana itu terancam hukuman mati atau seumur hidup.

Kapolres Belitung AKBP Ari Mujiyono mengatakan, Peson sudah 3 bulan menjadi DPO usai membunuh Muhammad Nur Ilham menggunakan pisau dapur di salah satu kontrakan yang ada di kawasan Air Ketekok.

Menurut AKBP Ari, kronologis penangkapan bermula saat masyarakat ada yang melihat keberadaan Peson di kawasan Kampong Parit. Mendapat informasi itu, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Belitung melakukan patroli di lokasi Sabtu (27/3) sekira pukul 18.30 WIB.

Kemudian, Unit Resmob Sat Reskrim Polres Belitung telah mencari keberadaan Peson di rumahnya yang berada di kawasan Jalan Lettu Mad Daud, Tanjungpandan pada malam hari. Namun waktu itu, yang bersangkutan tidak ada di kediamannya.

Setelah itu, Unit Resmob melakukan penyisiran di seputaran rumah tersebut dan melihat seorang laki-laki menggunakan jaket hitam diduga DPO tersebut. Karena mencurigakan lantas Unit Resmob mendekati laki-laki tersebut.

“Usai dilakukan pemeriksaan ternyata benar laki-laki tersebut merupakan DPO Pembunuhan Berencana. Kemudian DPO dibawa dan diamankan ke Polres Belitung guna dilakukannya penyidikan lebih lanjut,” kata AKBP Ari Mujiyono saat konferensi pers, Senin (29/3).

Sebelumnya, Satreskrim Polres Belitung mendapat laporan dari masyarakat adanya kasus pembunuhan di Jalan Telex II Desa Air Ketekok pada 18 Desember 2020. Mendapat informasi itu, polisi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan keterangan saksi, dini hari sekira pukul 02.30 WIB tersangka Peson datang ke kontrakan korban Muhammad Nur Ilham menggunakan Sepeda motor Honda Beat warna hitam BN 2809 WB. Tersangka saat itu masuk ke dalam kontrakan untuk menemui korban yang sedang beristirahat dan terjadilah cek cok mulut.

“Kemudian tersangka menusuk korban menggunakan pisau dapur yang mengenai tubuh serta kaki sebanyak kurang lebih 6 kali, sampai dengan korban tidak bergerak. Setelah itu tersangka meninggalkan kontrakan tersebut dan korban meninggal dunia akibat dari tusukan tersebut,” terang AKBP Ari.

Menurut Kapolres Belitung, tersangka Peson melalukan pembunuhan terhadap temannnya tersebut dikarenakan emosi. Sebab, almarhum Ilham sering berbuat keonaran atau keributan di tempat Peson bekerja.

“Sehingga dia (tersangka) nekat melakukan perbuatan tindak pidana pembuhunan berencana tersebut. Dalam kasus ini, kami juga mengamankan sejumlah barang bukti. Seperti baju, motor dan juga pisau yang digunakan menusuk korban,” terangnya.

Akibat perbuatannya, Peson dijerat polisi dengan pasal berlapis. Yakni Primair Pasal 340 KUHP, Subsidair Pasal 338 KUHP Lebih Subsidair Pasal 355 ayat (2) KUHP Lebih Lebih Subsidair Pasal 351 ayat (3) KUHP Tentang Pembunuhan Berencana.

“Yakni Barang siapa sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain dihukum karena pembunuhan direncanakan dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau selama-lamanya dua puluh tahun,” tandas Kapolres Belitung. (kin)