Sempat Dirawat Sehari, 1 Orang Pasien Covid-19 Beltim Meninggal

by -
Sempat Dirawat Sehari, 1 Orang Pasien Covid-19 Beltim Meninggal
Proses pemakaman pasien Covid-19, SU (71) di Pemakaman Tanjungpandan. (Sumber : BPBD Beltim)

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Satu orang pasien Covid-19 meninggal dunia saat menjalani perawatan di ruang Isolasi Covid-19 di RSUD Beltim, Minggu (17/1) pukul 12.17 WIB. Kasus pertama pasien Covid-19 meninggal di Kabupaten Beltim setelah sempat menjalani perawatan 1 hari.

“Pasien tersebut yaitu Tn Su (71) warga DKI Jakarta kelahiran Tanjungpandan, yang berdomisili di mess salah satu perusahaan di Desa Lilangan, Kecamatan Gantung,” kata Direktur RSUD Beltim dr Vonny Primasari kepada Belitong Ekspres, Senin (18/1) kemarin.

Dokter Vonny menjelaskan, pasien masuk ke RSUD pada hari Sabtu tanggal 16 Januari 2021, sekira pukul 12.15 WIB. Pasien masuk ke IGD dengan keluhan demam tinggi dan batuk. Namun pasien tidak merasakan sesak (bernafas).

“Bapak Su, KTP kelahiran Tanjungpandan. KTP tinggal di Pademangan Jakarta, beliau kerja tinggal di mess di daerah Desa Lilangan. Pekerjaan beliau bawa kapal, semacam nahkoda kapal,” ujar dr Vonny kembali menjelaskan.

Setelah diperiksa, kata dr Vonny kadar oksigen dalam darah pasien sudah 65 persen. Akhirnya, saat itu pasien masuk ruang isolasi Covid-19, karena setelah pemeriksaan swab Antigen hasilnya positif.

“Di ruang isolasi, diberikan terapi, dari malam sampai pagi kondisi beliau bagus, aku sempat telepon ke bagian ruang isolasi, informasinya masih bagus. Saat menjelang siang, Minggu siang sekitar antara pukul 10.00 WIB dan 11.00 WIB, pas perawat ngontrol kondisi beliau sudah berat, langsung di RGP. Pukul 12.17 WIB sudah tidak bisa tertolong lagi (meninggal),” terangnya.

Kemudian pihak RSUD Beltim melakukan koordinasi dengan keluarga pasien. Akhirnya diputuskan pihak keluarga meminta agar pasien dimakamkan di Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

“Karena meninggal kondisi Covid-19, jadi kami persiapannya baik-baik. Kita mengkedepankan protokol kesehatan (prokes). Semua petugas yang kontak langsung APD-nya benar-benar harus lengkap,” tandas dr Vonny.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan Bencana di BPBD Beltim, Surya Mulyana mengungkapkam, pasien sudah dimakamkan dengan protokol penanganan Covid-19. Jenazah pasien dimakamkan pada pukul 24.00 WIB di Pemakaman Sentul Tanjungpandan.

“Berangkat dari RSUD Beltim pukul 21.51 WIB. Tiba ditempat pemakaman Belitung pukul 23.20 WIB. Petugas Penguburan BPBD TRC PB R2 4 orang, Polres Beltim 4 orang, RSUD Beltim 2 orang, dan ada pihak keluarga 3 orang,” ujar Surya Mulyana kepada Belitong Ekspres, Senin (18/1).

Adapun alat atau sarana yang digunakan kata Surya, 1 Unit Mobil Jenazah RSUD, 1 unit Mobil RTU BPBD, 1 Unit Mobil Patwal Polres Beltim, tali tambang, APD Lengkap dan alat semprot disinfektan. Sebab, pasien terindikasi positif Covid-19 meninggal dunia di RSUD Beltim.

Selanjutnya jenazah dibawa ke lokasi pemakaman sesuai keinginan pihak keluarga untuk dikuburkan di Tanjungpandan, Belitung, dekat tempat tinggal keluarganya. Proses pemakaman diawali dengan briefing kepada para petugas pemakaman dengan tetap mematuhi standar protokol Covid-19,” pungkas Surya. (dny)