Sempat Tertunda Karena Covid-19, Kini 3 Pemuda Beltim Magang di Jepang

by -
Sempat Tertunda Karena Covid-19, Kini 3 Pemuda Beltim Magang di Jepang
Mardiansyah (tengah) bersama dua rekannya asal Beltim saat berada di Bandara Internasional Tokyo Jepang.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Tiga orang pemuda Beltim dipastikan telah berada di Jepang untuk mengikuti magang selama satu tahun kedepan. Mereka terpilih setelah mengikuti seleksi di Panasonic Indonesia tahun 2019. Keberangkatan ketiganya juga sempat tertunda karena wabah pandemi Covid-19, dari rencana awal tahun 2020 menjadi akhir tahun 2020.

“Ini ngikut program magang ke Jepang bang,” ungkap Mardiansyah, salah seorang pemuda Beltim yang mengikuti magang di Jepang saat dikonfirmasi melalui aplikasi WhatsApp, Selasa (12/15) kemarin.

Selain Mardiansyah, pemuda Beltim lainnya yang mengikuti magang di Jepang adalah Rian dan Fatah. Di sana, ketiganya akan bergabung bersama sejumlah peserta magang dari Jakarta dan Sumatera Utara di perusahaan perakitan mobil Isuzu.

“Untuk kontraknya satu tahun tapi kemungkinan bisa di perpanjang tergantung perusahaan butuh orang (pekerja) atau kinerja kita bagus,” sebut Mardiansyah.

Ia menceritakan, awalnya mereka mengikuti pelatihan kerja yang dikerjasamakan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Beltim dengan Panasonic. Sebagai pemuda yang baru lulus SMK, Mardiansyah berpikir kesempatan baik tersebut harus dimanfaatkan.

Banyak pelajaran yang bisa dipakai pada saat mengikuti pelatihan. Pada akhirnya, pelatihan yang juga seleksi berangkat ke Jepang menyatakan dirinya lulus. Ia pun sempat mengikuti kursus singkat bahasa Jepang agar memahami perintah kerja di sana.

“Sebelum kita ngikut program ini, kita bekerja terlebih dahulu di Panasonic agar kita tahu sedikit lah soal mesin-mesin, cara kerja di pabrik. Kemudian ada tes kesehatan dan lanjut mengikuti pembelajaran bahasa Jepang selama 6 bulan,” jelasnya.

Dia mengatakan, pekerjaan mereka di Jepang lebih terbagi pada bagian-bagian tertentu. Sama halnya dengan pelatihan di Panasonic Indonesia. “Sejauh ini sih gambaran pekerjaan perakitan. Entah itu masang pintu (mobil), masang ban dan lain-lainnya,” katanya.

Menurutnya, kesempatan magang di Jepang akan menambah pengalaman dan wawasan di bidang perakitan. Karena magang juga diberi gaji, Mardiansyah berharap dapat membantu ekonomi keluarganya di Beltim.

“Mudah-mudahan program ini terus berlanjut kedepannya. Soalnya program ini bisa membuat SDM kita (Beltim) semakin berkualitas. Kita tahu sendiri, Jepang ini serba maju, bersih dan orang-orangnya disiplin. Nah itu bisa jadi contoh bagus untuk anak muda Beltim,” harap Mardiansyah.

Ia juga berpesan agar pemuda Beltim lainnya yang berkeinginan bekerja di luar negeri mulai mempersiapkan diri dengan tekun belajar. Salah satunya mempelajari budaya dan bahasa negara yang akan dituju agar mudah berkomunikasi.

“Pesan dari saya buat anak anak yang juga memiliki keinginan sama seperti saya, khususnya ingin pergi ke Jepang supaya belajar giat. Jangan takut untuk mencoba hal baru dan yang paling penting harus tetap semangat buktikan kalau Belitung juga berkualitas,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM Kabupaten Beltim Erna Kunondo pelatihan tenaga kerja menjadi peluang anak-anak muda di Beltim untuk bekerja diluar daerah bahkan keluar negeri. Sebagai OPD yang membidangi tenaga kerja, Erna memastikan program-program pelatihan akan selalu disebarluaskan kepada masyarakat.

“Kami ingin pesertanya lebih banyak kedepan. Jangan takut bersaing, selama punya semangat bekerja dan disiplin maka peluang akan selalu ada,” kata Erna yang juga mengabarkan program serupa masih tetap ada tahun depan. (msi)