Sensus Penduduk 2020, BPS Beltim Libatkan Mitra

RajaBackLink.com

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Menghadapi Sensus Penduduk tahun 2020 (SP-2020), Badan Pusat Statistik (BPN) Kabupaten Beltim akan melibatkan mitra dalam tahapan pencacahan. Selain itu, BPS akan menggunakan Combine Method yang menggantikan metode SP sebelumnya.

“Sensus itu kita melibatkan mitra. Kita melibatkan petugas yang berasal dari wilayah disekitar penduduk berdomisili, nanti kita latih. Ada kriteria saat kita rekrutmen petugasnya,” ungkap Kepala BPS Kabupaten Beltim, Azhar kepada Belitong Ekspres, Rabu (17/7) kemarin.

“Karena kita sekarang sudah memakai combine method di era digitalisasi sekarang ini sudah merupakan satu keharusan dan kita tidak mengikuti traditional method lagi,” imbuhnya.

Dijelaskan Azhar, dipilihnya combine method pada pelaksanaan SP 2020 juga dilihat dari kesiapan seluruh wilayah Indonesia. Meski terdapat 5 Provinsi yang belum sanggup, tetapi BPS pusat telah menyimpulkan combine method akan dilaksanakan.

“Sehingga dari sisi konsep dan lainnya akan seragam. Tapi kalau ada 2 method yang digunakan tentu BPS akan ribet. Ini perlu dukungan juga, karena ini yang pertama,” kata Azhar.

Baca Juga:  Dindik Beltim Buka Lowongan Beasiswa Bagi Keluarga Tidak Mampu

Azhar menjelaskan combine method akan menerapkan CAWI (Computer Assisment Website Interview) dan CAPI (Computer Assisment Personal Interview). Meskipun negara-negara maju sendiri baru sekitar 3 persen sampai 5 persen yang menggunakan CAWI sehingga perlu ada sosialisasi yang gencar. Diharapkan sekarang sudah tahap awal sosialisasi dan nanti untuk CAWI akan disosialisasikan di Januari – Februari.

“Kalau kondisi kita di Beltim, terdiri dari 7 Kecamatan, 39 Desa, 143 dusun dan 769 RT. Nanti datanya kita ambil per RT, beda dengan selama ini yang menggunakan blok sensus karena untuk menuju satu data Indonesia harus sama semua antara Dukcapil dan BPS,” jelas Azhar.

Sejauh ini, BPS Kabupaten Beltim sedang bersiap menghadapi SP 2020 dengan melakukan beberapa kegiatan. Diantaranya pemetaan, penyusunan muatan informasi wilayah statistik, penghitungan muatan bangunan susun sensus per RT dan penghitungan muatan per KK.

Baca Juga:  Sekda Beltim Apresiasi ASN Ikut Seleksi JPT

“Data tersebut sudah kita kirim ke pusat. Dengan kondisi ini akan mempermudah pelaksanaan SP 2020,” ujar Azhar.

Ia menambahkan, proses bisnis SP 2020 dimulai dari koordinasi dan konsolidasi (masih berjalan), penyiapan basis data dasar (April 2019), pemutakhiran data mandiri melalui CAWI (Februari-Maret 2020), penyusunan data penduduk (April -Juni 2020), pemisahan DP bersama RT (Juni 2020), ground cek (Juli 2020) dan pencacahan lapangan (Juli 2020).

Output dari Sensus Penduduk 2020 yang diharapkan yakni tersedia data jumlah komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju satu data kependudukan Indonesia, Sampling frame survei sosial ekonomi BPS, tersedianya data parameter demografi, serta karakteristik penduduk lainnya untuk keperluan proyeksi penduduk Indikator SDGs dan sebagai perencanaan dan evaluasi pembangunan.

“SP 2020 merupakan sensus penduduk yang ketujuh kali diadakan sejak tahun 1945 silam. Yakni tahun 1961, 1971, 1981, 1990, 2000, 2010 dan 2020 mendatang,” tutup Azhar.***

Tags:
author

Author: 

Leave a Reply