Sepekan OPM, Sat Lantas Polres Belitung Tilang Ratusan Pengendara

by -
Sepekan OPM, Sat Lantas Polres Belitung Tilang Ratusan Pengendara

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Angka Pelanggaran lalu lintas di Belitung cukup tinggi. Sepekan Sat Lantas Polres Belitung menggelar razia kendaraan dalam Operasoi Patuh Menumbing (OPM) 2020, mereka menilang sebanyak ratusan pengendara yang melanggar.

Angka tilang tersebut diprediksi akan terus naik. Sebab, razia kendaraan di Kabupaten Belitung dalam rangka OPM 2020, masih berlangsung hingga awal Agustus 2020 mendatang.

Kasat Lantas Polres Belitung AKP Dwi Purwaningsih mengatakan, saat ini data yang dia terima ada sebanyak ratusan pengendara. Namun jumlahnya belum dirinci. Sebab jajaran lalu lintas masih melakukan razia.

“Setiap pagi sore, kami melakukan razia di beberapa lokasi di Belitung. Razia juga kita lakukan dengan cara hunting,” kata AKP Dwi Purwaningsih kepada Belitong Ekspres, Selasa (28/7) kemarin.

Dalam razia tersebut, Sat Lantas Polres Belitung mengamankan puluhan kendaraan bermotor. Motor tersebut ditangkap lantaran melanggar peraturan lalu lintas. Seperti tidak membawa surat-surat dan kendaraan tidak sesuai standar.

“Jumlahnya sekitar 70 kendaraan yang kita sita. Sekarang sudah berada di Satlantas Polres Belitung. Namun ada beberapa kendaraan sudah diambil pemiliknya, setelah menunjukkan kelengkapan surat,” ujar AKP Dwi.

Selain menilang pengendara, Polantas juga memberikan surat teguran kepada pelanggar. Pada OPM 2020 ini Polri memberikan surat teguran bagi pelanggar, yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

“Tahun ini ada surat teguran. Selama operasi di Belitung kita sudah memberikan teguran sebanyak 79 pengendara. Jika masih melanggar, maka kita akan berikan penindakan berupa tilang,” jelasnya.

Oleh karena itu, dia menghimbau kepada masyarakat agar tertib berlalulintas. Seperti melengkapi surat-surat dan kendaraan bermotor. Sejauh ini, pelanggar kendaraan masih didominasi sepeda motor. “Mereka kebanyakan tidak membawa surat-surat. Serta kendaraan tidak sesuai standar,” pungkas wanita berjilbab Jebolan AKPOL 2009. (kin)