Serangan Buaya Mengkhawatirkan, Samin Sebut Butuh Langkah Pencegahan Kongkrit

by -
Serangan Buaya Mengkhawatirkan, Samin Sebut Butuh Langkah Pencegahan Kongkrit
Foto: Anggota DPRD Beltim, Sardidi.

belitongekspres.co.id MANGGAR – Intensitas serangan buaya yang cukup mengkhawatirkan dalam beberapa waktu terakhir membuat prihatin banyak pihak di Belitung Timur (Beltim). Apalagi serangan buaya terjadi di perairan laut yang notabene bukan habitat asli buaya.

Serangan buaya terakhir terjadi pekan lalu yang menewaskan seorang nelayan pinggir berusia 20 tahun warga Desa Batu Penyu. Nelayan tersebut ditemukan dalam kondisi meninggal dan tubuh yang tidak lagi utuh setelah 4 hari pencarian oleh tim gabungan Basarnas, Tagana dan warga.

“Kelihatannya populasi buaya sangat signifikan  meningkat. Sehingga pada semulanya (habitat) di air tawar sekarang sudah menyebar ke air laut, jadi masyarakat resah,” ujar anggota DPRD Beltim, Sardidi yang juga sempat meninjau lokasi kejadian, Senin (2/1) kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Samin itu, kejadian berulang serangan buaya tidak boleh lagi dibiarkan. Walau bagaimana pun, ketenangan warga yang berprofesi sebagai nelayan sangat khawatir dan mengalami trauma setiap kali ada kejadian.

“Kami berharap karena pernah berbincang dengan pak Sekda di tempat kejadian di daerah Labuan Batu bahwa kita akan memanggil tokoh adat di wilayah Kecamatan Gantung dan sekitarnya untuk duduk bersama menyikapi hal-hal yang kurang nyaman bagi masyarakat kita sebagai nelayan,” sebutnya.

Samin menyatakan tidak perlu lagi ada istilah buaya sebagai binatang buas yang dilindungi. Justru sebaliknya perlu antisipasi nyata atau langkah pencegahan konkrit semua pihak.

“Kita perlu ambil sikap karena kecemasan masyarakat dan khawatir masyarakat kita sebagai nelayan pinggir juga merasa terganggu. Langkah apa yang akan kita ambil untuk mencegah korban-korban berikutnya. Komunikasi antar perangkat daerah, langkah apa yang kita ambil untuk menekan dan pengendalian populasi,” harapnya. (msi)