Serapan Anggaran Rendah, Bukti Kinerja Badan KB Tak Optimal

by -

Manggar – Anggota komisi III DPRD Beltim, Rostika Yuniarti mengkritik rendahnya penyerapan anggaran pada Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kabupaten Beltim. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Beltim tahun anggaran 2014, atas penyerapan anggaran SKPD tersebut di bawah angka 50 persen.
Sebagaimana penyampaian penyampaian LKPJ Bupati pada Senin (6/4), serapan anggaran belanja langsung dengan kategori terendah adalah ada urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera yang dilaksanakan oleh badan kependudukan dan keluarga berencana
Dari anggaran belanja langsung sebesar Rp.2.512.000.500,- hanya terealisasi Rp.1.098.568.650,- atau sekitar 43,73 persen dari total anggaran belanja langsung urusan keluarga berencana dan keluarga sejahtera.
Menurut Rostika, realisasi anggaran kurang dari 50 persen membuktikan kinerja Badan Kependudukan dan KB tidak optimal. Bahkan, dirinya menilai penyerapan anggaran hanya sebatas belanja ATK dan belanja pegawai.
“Artinya mereka tidak menjalankan program yang mereka susun sendiri pada saat pengajuan anggaran ke TAPD. Sepertinya, serapan anggaran hanya untuk ATK dan belanja pegawai,” sebut Rostika.
Dirinya menyayangkan, anggaran yang disediakan tidak dipergunakan sesuai dengan rencana kerja. Hal ini, kata Rostika patut dipertanyakan. “Mereka yang susun rencana kerja anggaran, kenapa tidak terlaksana. Anggaran sudah disediakan, tapi mengapa tidak maksimal,” tanya dia.
Untuk itu, komisi III sebagai mitra akan meminta penjelasan Badan Kependudukan dan KB terkait minimnya realisasi anggaran. “Kita akan minta badan untuk menjelaskannya. Dan ini harus menjadi evaluasi bagi Pemerintah daerah,” tutupnya. (feb)