Setengah Ton Daging Tak Layak Konsumsi Milik Tina Dimusnahkan

by -

*Tina Sudah Dua Kali Ketahuan Menyimpan Daging Tak Layak Konsumsi

KOBA – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah memusnahkan daging ayam dan daging sapi yang sudah tidak layak konsumsi. Daging yang dimusnahkan ini cukup banyak jumlahnya mencapai 500 kg atau setengah ton. Pemuisnahan ini dilakukan menyusul hasil pemeriksaan dari tim dokter hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah yang menyatakan bahwa daging-daging tersebut sudah tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Daging-daging yang tak layak konsumsi dan dimusnahkan ini merupakan milik Tina warga Kelurahan Berok Kota Koba yang kesehariannya memiliki lapak dan berjualan di Pasar Modern Koba. Daging-daging ini didapati berawal dari penggrebekan yang dilakukan oleh Plt. Camat Koba Aisyah Sisilia pada Jum’at (17/03/2017) pekan kemarin menindaklanjuti keresahan warga sekitar terhadap aktifitas tempat pemotongan ayam yang dilakukan oleh Tina di kediamannya yang terletak di Kelurahan Berok. Selain mendapati tempat pemotongan ayam tersebut tidak memiliki izin sehingga langsung ditertibkan, dalam penggrebekan tersebut juga ditemukan ratusan kilogram daging milik Tina yang tersimpan di dalam tiga unit mesin pendingin atau freezer.     Daging-daging ini jika dilihat dari teksturnya seperti sudah tidak dalam kondisi baik lagi. Temuan inipun langsung diteruskan pihak Kecamatan Koba kepada Dinas Pertanian dan Peternakan pada hari itu juga yang langsung ditindaklanjuti dengan mengamankan daging-daging yang tersimpan dalam tiga unit mesin pendingin. Kemudian daging-daging ini dilakukan pemeriksaan oleh Tim Dokter Hewan dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah guna memastikan apakah masih layak atau tidak untuk dikonsumsi. Pasalnya, Tina diketahui memiliki lapak jualan di Pasar Modern Koba. Dari hasil pemeriksaan ini diketahui bahwa ratusan kilogram daging-daging tersebut sudah tidak layak konsumsi, sehingga harus dimusnahkan.

Pantauan Babel Pos di lapangan, pemusnahan ini dilakukan tepat di halaman belakang kantor Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah yang berada di lingkungan Kompleks Perkantoran Pemda Bangka Tengah. Kegiatan pemusnahan ini dilakukan dengan cara dibakar setelah sebelumnya setengah ton daging yang tidak layak konsumsi dimasukkan ke dalam sebuah lubang cukup besar yang memang sudah digali sebelumnya. Kegiatan pemusnahan ini disaksikan langsung Kepala BP Pom Babel, Disperindagkop UMKM Bangka Tengah, Sat Pol PP Bangka Tengah, Dinas Kesehatan Bangka Tengah dan aparat kepolisian dari Polres Bangka Tengah.

Setelah dibakar, lubang galian yang kedalamannya mencapai 2 meter lebih itu ditutup kembali. Pemilik daging tersebut, Tina tampak tidak hadir dalam kegiatan pemusnahan ini. Hanya saja, Tina memang sudah membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya. Surat ini bukan yang pertama kali dibuat oleh Tina. Sekitar setahun yang lalu, surat yang sama juga pernah dibuat oleh Tina karena tertangkap menyimpan daging tak layak konsumsi di dalam 2 unit mesin pendingin yang terdapat di gudang miliknya yang ada di Pasar Modern Koba. Kala itu, perilaku Tina menyimpan daging tidak layak konsumsi ini diketahui setelah dilakukan operasi terhadap bahan makanan yang mengandung pengawet formalin dan boraks oleh Tim Gabungan. Seperti tidak ada kapoknya, ternyata Tina kembali mengulangi perbuatannya.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka Tengah, Stefanus Widodo mengatakan menindaklanjuti adanya temuan ini, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Bangka Tengah akan segera membentuk tim khusus yang bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran daging di pasaran. Nantinya tim khusus ini akan melakukan pemeriksaan terhadap daging-daging yang ada di pasar, apakah layak untuk dikonsumsi atau tidak.  “Pemeriksaan ini akan dilakukan secara kontinyu oleh tim khusus yang rencananya akan segera kita bentuk ini,” ujarnya saat dijumpai disel-sela kegiatan pemusnahan, Rabu (22/03/2017).

“Pemeriksaan yang dilakukan oleh tim khusus ini dilakukan terhadap daging sapi dan daging ayam saja,” sambungnya.

Pembentukan tim khusus ini, menurut Widodo dimaksudkan agar masyarakat sebagai konsumen tidak dirugikan oleh pihak penjual daging. Karena bagaimana pun juga konsumen harus tetap dilindungi.  “Konsumen jangan sampai dirugikan. Ini tujuan pembentukan tim khusus tersebut,” ucapnya.(red)