Shadewa Kembali Berulah

by -

*Pertontonkan Goyang Vulgar, Pemuda Terlibat Perkelahian

foto dA
TANJUNGPANDAN- Grup musik Shadewa kembali berulah. Diduga, goyangan penyanyi dangdut terlalu vulgar menyebabkan puluhan pemuda yang dalam kondisi mabuk terlibat tawuran di hajatan pernikahan di Desa Bulu Tumbang RT 15 RW 4, Minggu (15/3) malam.

Berdasarakan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, saat itu Orkes Shadewa bermain di lokasi desa setempat. Pada saat grup musik ini membawakan lagu berirama remix, para pemuda yang berjoget dalam kondisi mabuk ini, saling bersenggolan, hingga terjadilah perkelahian.

Salah satu warga sekitar yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, dirinya melihat sendiri para pemuda terlihat tawuran, pada saat Shadewa membawakan irama lagu remix.

“Ya saat itu, para penyanyinya berpakaian seronok, dan membawakan lagu berirama remix. Setelah itu, saya melihat kedua kubu ini saling pukul, hingga akhirnya warga sekitar mendamaikan kedua belah pihak,” ujar wanita ini.

Setelah satu kurang lebih satu jam musik dihentikan, akhirnya grup musik ini kembali dilanjutkan. “Setelah musik selesai, tawuran kedua kubu ini sempat dilanjutkan. Hingga akhirnya warga sekitar membubabrkan aksi mereka,”katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Numun, dengan adanya kejadian ini, membuat warga sekitar panik, apalagi saat kejadian tidak ada satu orang petugas keaman yang berada di lokasi.

“Tidak ada polisi mas, saya berharap grup musik ini tidak tampil lagi di sini (Bulu Tumbang,red). Karena, informasi yang kami dengar, tiap grup musik ini tampil, selalu ada kericuhan,”pungkasnya.

Sementara itu,Sekertaris MUI H Ramansyah menyayangkan adanya kejadian ini. Menurutnya, peristiwa tawuran ini sudah sering kali terjadi tiap kali konser musik.

“Saya baru tau kejadian ini, sebelumnya saya kira tidak ada grup musik yang tampil seronok lagi. Tapi kenyataannya, orkes tersebut kembali berulah,”ujar H Ramansya.

Dirinya menghimbau kepada para pemilik grup musik, agar berpenampilan sopan. Selain itu, para pemilik juga harus mengingatkan agar penyanyinya berpakaian sopan dan tidak vulgar.

“Selain Shadewa juga banyak, orkes yang menampilkan tarian dan busana vulgar, saya juga meminta kepada Bupati agar segera mengesahkan peraturan daerah (perda) yang mengatur tentang ketertiban umum. Agar para penyanyi dangdut tidak menampilkan goyangan yang seronok,” tandasnya. (kin)