Siadek Bertahan Jual Batu Akik

by -

TANJUNGPANDAN – Musim batu akik menghasilkan rezeki bagi sebagian orang. Meski tak seramai beberapa bulan lalu, tapi pesonanya masih dicari. Seperti penuturan Siadek, warga perantauan dari Padang. Dulu dia bisa mengantongi hingga satu juta rupiah sehari jualan batu di trotoar di Jalan Diponegoro Tanjungpandan

Perjualan dari batu, ring, dan upah gosok. Kini penghasilannya agak turun. Menurut pengakuannya, penghasilan kotor perhari relatif. Mulai dari 200, 300, hingga 500 ribu rupiah sehari. Tiap hari bervariasi.

Ia dagang bersama istrinya Yani. Ia biasa menerima gosok batu akik. Upah gosok perbiji dipatok Rp 30 ribu. Sedangkan harga ring Rp 25 ribu hingga Rp 65 ribu sebiji tergantung ukuran. “Kalu dulu lumayan. Kalau sekarang paling empat atau lima orang yang gosok,” kata pria yang tiga bulan ini mangkal di Jalan Diponegoro.

Orderan batu kinyang trennya sedang menurun. Warga sudah mulai kurang berburu kinyang datang kepedagang sepertinya. Orang lebih banyak datang gosok batu dibanding beli bongkahan. “Kan disini sudah banyak juga yang gosok,” tukasnya.

Siadek satu dari sekian banyak penjual batu dadakan pinggi jalan di Tanjungpandan. Ia masih bertahan, rupanya berjualan batu aku sudah lama ditekuninya. “Dulu saya jualan batu akik di Medan. Kami memang perantau,” kata dia.

Di Medan penghasilan rata-rata bisa mencapai satu juta rupiah sehari. Tertarik ke Belitung, lantaran ikut saudara. “Disini ada saudara saya. Memang saya dulu pernah tinggal disini,” sambung istrinya. (ade)