Siap-Siap Ada Penerimaan ASN, Total 411 Formasi

by -
Siap-Siap Ada Penerimaan ASN, Total 411 Formasi
Pembinaan internal kepegawaian yang dilaksanakan BKPSDM Beltim.

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Pemerintah Daerah Kabupaten Beltim melalui Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mendapat kuota penerimaan ASN tahun 2021 sebanyak 411 formasi. Formasi ini terbagi menjadi dua bagian yakni CPNS dan P3K.

“Kita sudah dapat konfirmasi bahwa tahun ini Insya Allah akan ada seleksi formasi ASN. Artinya ada 2 yaitu ada P3K dan ada PNS yang diterima dengan total 411 formasi,” ujar Kepala BKPSDM Beltim, Yuspian saat dikonfirmasi, Selasa (18/4).

Yuspian menyatakan, formasi P3K juga terbagi menjadi dua yakni tenaga guru sebanyak 127 formasi dan 106 tenaga non guru. Sementara formasi guru untuk CPNS ditiadakan.

“Jadi untuk tahun ini yang guru tidak ada yang PNS jadi total seluruhnya dari P3K. Sisanya ada yang P3K dan PNS pada tenaga kesehatan dan teknis lainnya. Total keseluruhan ada 223 adalah untik P3K, jumlahnya lumayan besar secara proporsi,” terangnya.

Meski demikian, Yuspian belum mau menjelaskan rincian jabatan sesuai kualifikasi yang disyaratkan. Sebab, pihak BKPSDM masih harus mengikuti pertemuan teknis di regional VII Palembang.

“Setelah itu mungkin baru dapat kita informasikan lebih detail. Ini berkaitan dengan persyaratan peserta dan lain-lain. Memang ada informasi umum yang sudah disampaikan lewat media oleh kementerian terkait. Bahwa tahun ini ada kebijakan penerimaan P3K dan dibuka untuk umum dan seterusnya,” ungkapnya.

Dia juga menyampaikan, khusus formasi tenaga guru seleksi akan dilaksanakan sendiri oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Teknis di daerah akan dilaksanakan Dinas Pendidikan dan BKPSDM dilibatkan sebagai teknis.

“BKPSDM mungkin dilibatkan karena sebagai kepanitiaan daerah tapi pelaksanaan teknis ada di Dindik. Kenapa demikian, karena seleksi guru mereka tidak menggunakan CAT BKN. komputer tesnya bukan server BKN tetapi CAT mereka sama dengan yang biasa digunakan untuk ujian sekolah berbasis komputer. Jadi mereka akan menggunakan komputer di sekolah,” terangnya.

Bahkan, lokasi seleksi tenaga guru masih akan dibicarakan lebih lanjut secara teknis dengan Dinas Pendidikan. “Tahapannya pun berbeda, seluruhnya dipandu dikawal oleh Kemendikbud. Kita sifatnya membantu pelaksanaannya,” tandas Yuspian. (msi)