Siapa Beking Pabrik Arak di Kawasan Air Merbau?

by -
Siapa Beking Pabrik Arak di Kawasan Air Merbau?
Barang bukti 74 jerigen miras arak yang diamankan Satpol PP Belitung, Selasa (28/7).

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memastikan 74 jerigen miras arak hasil penggerebekan Bupati Belitung Sahani Saleh, Selasa (28/7) di gudang kawasan Air Merbau milik pria berinisial PR (48). Kepemilikan miras tersebut terungkap saat PR memenuhi panggilan di Kantor Satpol PP Belitung, Rabu (29/7) siang.

Sekertaris Dinas Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadi sudah dimintai keterangan terkait kepemilikan barang itu. Lantas, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan kurang lebih selama dua jam, PR mengakui dan siap bertanggung jawab atas kepemilikan minuman haram tersebut.

“Yang bersangkutan PR (48) kemarin siang datang ke Mako Satpol PP Belitung untuk dimintai keterangan. Ia mengakui kalau barang tersebut memang benar miliknya,” kata Sekertaris Dinas Satpol PP Kabupaten Belitung Abdul Hadikepada Belitong Ekspres.

Dikatakannya, semua barang bukti (BB) yang ada sudah dikumpulkan. Selanjutnya, permasalahan ini akan ditindaklanjuti dan dinaikkan ke proses perkara tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri Tanjungpandan dalam waktu dekat ini.

Menurutnya, hasil penggerebekan di Jalan Asam Lubang Desa Aik Merbau Kecamatan Tanjungpandan ini terbilang sangat luar biasa. Pasalnya, arak kurang lebih 1.480 liter yang diamankan tersebut merupakan biang atau induk miras. Biang miras ini disimpan sebelum dijual atau diproduksi kembali dalam jumlah yang jauh lebih besar lagi.

Oleh karenanya, dia menduga di balik kepemilikan miras tersebut mungkin saja ada keterlibatan oknum tertentu, berdasarkan pengalaman yang sudah sudah. “Saya rasa mereka tidak jalan sendiri, mungkin saja ada orang lain di belakangnnya. Masyarakat sipil biasanya takut dengan Undang-Undang, tetapi mereka akan berani ketika ada yang membackup pekerjaan mereka. Apalagi diproduksi dalam jumlah yang sangat luar biasa,” tukasnya.

Dia menambahkan, berdasarkan pemeriksaan lebih lanjut, gudang tempat penyimpanan miras arak di kawasan Air Merbau juga disinyalir sebagai pabrik untuk membuat minum haram tersebut. Sebab, di dalam gudang tersebut terdapat berbagai jenis cairan, sarana dan prasarana untuk memproduksi minuman itu.

“Pak Bupati sudah mengambil sikap agar masyarakat untuk tidak perlu takut atau bungkam jika mengetahui lokasi atau tempat penjualan miras. Oleh sebab itu mari sama-sama kita berantas peredaran minuman haram tersebut,” pungkas Abdul Hadi.

Tangkapan Luar Biasa

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Belitung Junaidi Derani memberikan apresiasi atas upaya dan niat baik Bupati dalam memberantas peredaran minuman keras di Kabupaten Belitung.

“Kalau dulu, waktu penggerebekan di Desa Aik Seruk pada awal tahun saya anggap tidak membuahkan apa-apa. Tapi kali ini saya berikan apresiasi kepada beliau,” kata Ketua Fraksi Partai Hanura tersebut kepada Belitong Ekspres, Rabu (29/7).

Oleh sebab itu, dia meminta agar kasus penggerebekan gudang penyimpanan arak di Jalan Asam Lubang Desa Aik Merbau oleh Bupati Belitung bersama Satpol PP Belitung pada Selasa (28/7), dapat diusut sampai tuntas. “Tak habis pikir, masih saja ada pabrik pembuatan arak di Belitung. Kita minta ini dapat diusut sampai tuntas,”pintanya.

Menurutnya, hasil penggerebekan ini terbilang sangat besar dan cukup luar biasa. Bagaimana tidak, didapati 74 jerigen arak murni siap edar. Lantas, beberapa banyak pemuda-pemudi yang rusak akibat pengaruh minuman haram tersebut.

Menurut dia, mengkonsumsi miras bisa memberikan dampak yang buruk serta memicu perbuatan kriminalitas. Selain itu, mengkonsumsi miras saja dengan bunuh diri secara perlahan-lahan karena bisa menyebabkan pengeroposan pada tulang.

“Arak inikan tidak terdaftar di Depkes dan sudah banyak musibah yang terjadi akibat pengaruh miras. Oleh karena itu upaya yang dilakukan Bupati Belitung dalam memberantas peredaran miras patut kita apresiasi,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua DPRD Kabupaten Belitung Ansori juga merespon positif upaya Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) dalam memberantas peredaran minuman keras dengan mengadakan sayembara berhadiah.

“Saya memberikan apresiasi kepada Pak Bupati yang tentunya, beliau ingin Belitung ini bebas dari hal-hal yang bisa merusak generasi muda salah satunya akibat pengaruh minuman keras dan narkoba,” ujarnya kepada Belitong Ekspres.

Menurut Ansori, memberantas peredaran minuman beralkohol memang tidak mudah karena persoalan tersebut sudah mengakar. Tetapi, paling tidak bisa memberikan efek jera atau mengurangi peredaran dari minuman haram tersebut dengan adanya sayembara dari ke Bupati.

“Masalah miras ini sudah sampai ke kampung-kampung dan pelosok desa. Di sebut kebutuhan bukan kebutuhan tetapi sudah menjadi konsumsi. Maka dari itu, saya menyambut positif upaya dari Pak Bupati dalam memberantas peredaran minuman keras tersebut,” kata Ansori.(rez)