Siapkan 18 Event, Dispar Belitung Khawatir PSBB Jadi Penghambat

by -
Siapkan 18 Event,Dispar Belitung Khawatir PSBB Jadi Penghambat
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Jasagung Haryadi.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Belitung sudah siapkan 18 event guna mengairahkan kembali Pariwisata di Belitung sepanjang tahun 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Jasagung Haryadi mengatakan, pihaknya diberikan juga dana insentif daerah (DID) untuk mengelolanya. Maka dari itu dengan dana tersebut, pihaknya akan menggelar beberapa event.

“Dispar sudah rapat dengan OPD dan pelaku destinasi wisata dan kecamatan untuk penyusunan kalender event September sampai Desember 2020. Kami sudah meminta menyampaikan event yang akan dilaksanakan,” kata Jasagung Haryadi kepada Belitong Ekspres, Rabu (16/9).

Adapun event tersebut yaitu, bulan September ada Bazar Belitung Creative 1, Lomba Layang-Layangan. Bulan Oktober ada Belitung Creative Week, Muang Jong, 10K Geopark Run Exhibition, Festival Desa Wisata, lomba kasti dan Pameran Kuliner dan Bonsai.

Kemudian di bulan November 10 K Belitung, Lomba Kasti, Fun Bike, Bazar Beltung Creative 2, 5 K Beach Run, My Journey By PT Garuda Indonesia, Festival Tanjung Kelayang, Napak Tilas dan Drama musikal serta Fun Bike. Sedangkan di bulan Desember hanya Belitung Creative Week 3.

“Setelah itu ternyata sampai Desember itu ada 18 event, mudah-mudahan situasi normal dan bisa dilaksanakan dan memungkinkan, tapi kalau memang ada regulasi yang menyebabkan event tidak bisa diadakan kami tetap mengikuti aturan dari pusat,” jelasnya.

Kemudian kata Jasagung, kalau situasinya bagus, ada event yang masuk 100 event nasional yaitu Festival Tanjung Kelayang di bulan November itu ditujukan wisatawan. Jasagung menambahkan, ada beberapa event yang diselenggarakan untuk wisatawan lokal, ada yang sifatnya pemulihan ekonomi masyarakat. Serta juga ada 1 atau 2 event untuk menarik wisatawan seperti Festival Tanjung Kelayang.

Selanjutnya kata dia, saat ini sudah merancang 18 event dengan asumsi bahwa situasi normal. Jika PSBB Jakarta dilakukan sampai Desember, maka dikhawatirkan event skala nasional akan berpengaruh terhadap regulasi nasional ke daerah, agar tidak melaksanakan event dalam skala besar.

“Sedangkan kami sudah menyusun sesuai jadwal. Memang harapannya hijau atau agak kuning sedikit, dengan Jakarta PSBB agak mengurangi atau regulasi dari pusat yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan event ini,” tandasnya. (dod)