Sidang Bonhar “Narkoba” Terbilang Sengit

by -

*Polisi Tetap Berkeyakinan Bonhar Pemilik Narkoba

foto B- sidang bonhar narkoba

Foto A: ainul yakin/be

Bonhar (paling kiri) dan Brigadir Irwan Pratomo (kanan) saat bersama-sama melihat barang bukti di hadapan majelsi hakim.

TANJUNGPANDAN- Perdebatan sengit terjadi antara terdakwa kasus penyalahguna narkoba di Belitung Bonhar dan anggota Polisi saat sidang perdana. Sidang yang mengagendakan pembacaan dakwaan dan keterangan saksi ini digelar di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (25/11) kemarin.

Sidang yang terbuka untuk umum ini dipimpin Hakim Ketua Sarudi SH, didampinggi Hakim Anggota Khalid Soroinda SH dan Mahendra Adhi Purwanta SH MH. Sidang menghadirkan saksi saat penangkapan pelaku yakni Brigadir Irwan Pratomo.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Tumpal Sitinjak membacakan dakwaan terhadap Bonhar. Menurutnya, pria pecatan polisi ini didakwa Pasal 112 Ayat 2 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sebab menurut Tumpal, pelaku dinilai bersalah lantaran memiliki dan penyimpan narkoba golongan satu bukan jenis tanaman. Selain itu, saat terdakwa diamankan di Polres Belitung dan dilakukan tes urine oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Belitung, Bonhar positif mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

“Pelaku diamankan oleh pihak Polres Belitung, pada tanggal 1 Juli 2015. Dari hasil pengeledahan oleh pihak kepolisian, Polres Belitung mengamankan barang bukti total 31,34 gram jenis sabu dan alat timbang digital,” katanya.

Sementara itu, Anggota Polisi Polres Belitung Irwan Pratomo mengatakan, sebelumnya terjadinya proses penangkapan ini, Satnarkoba mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran narkoba di Kawasan Air Raya, tepatnya di Lapangan Bola Jalan Ahmad Dahlan yang lokasi tak jauh dari kediaman terdakwa.

Setelah, mendapat laporan itu Satnarkoba melakukan penyelidikan. Saat informasi itu, sudah valid alias komplit, Brigadir Irwan melaporkan ke Wakapolres Belitung Kompol Muslim Nanggala. Dan Wakapolres, memimpin langsung pengerebekan itu.

Sebelum melakukan pengerebekan polisi berkordinasi dengan RT dan Kades setempat. Usai berkordinasi, polisi langsung bergerak ke lokasi. Setiba di kontrakan Bonhar di Kawasan Jalan Ahmad Dahlan Air Raya, polisi yang berpakaian preman langsung menyebar.

Saat hendak masuk ke dalam rumah terdakwa , dia melarang polisi untuk masuk kontrakan tersebut. Namun, meski begitu polisi langsung berupaya untuk masuk rumah terdakwa. Saat polisi hendak masuk, Bonhar berteriak maling-maling kepada anggota.

Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar yang pada saat itu usai melaksanakan Tadarus dan mempersiapkan menu sahur langsung berhamburan keluar rumah, menanyakan adanya kejadian ini.

Polisi yang berpakaian preman menjelaskan kepada masyarakat akan terjadinya penangkapan terdakwa. Setelah berkordinasi dengan warga sekitar, polisi akhirnya masuk kedalam rumah dan memeriksa tempat-tempat yang diduga sebagai penyimpanan barang haram ini.

“Setelah kami cari, kita melihat sejumlah sabu berceceran di luar rumah Bonhar. Sabu itu, sengaja dibuang oleh terdakwa. Sebab, sebelum penangkap, beberapa anggota sudah mengintai rumah pelaku,” kata Brigadir Irwan.

Bahkan, menurut Irwan, polisi mengetahui saat Bonhar membuang barang haram tersebut. Sebab, saat terjadinya kordinasi antara masyarakat dan polisi, terdakwa membuang sabu ini melalui atas rumahnya yakni lantai dua.

“Setelah barang bukti dikumpulkan. Pelaku langsung dibawa ke Polres Belitung untuk dilakukan tes urin oleh BNN Kabupaten Belitung. Dari hasil tes ini, pelaku dinyatakan positif mengkonsumsi narkoba,” pungkasnya.

Menanggapi tanggapan Jaksa dan Saksi, Terdakwa yang didampinggi kuasa hukumnya Heriyanto SH membantah keras dakwaan dari Tumpal dan keterangan Irwan Pratomo. menurutnya, barang tersebut bukan miliknya.

Perdebatan-pun terjadi. Menurutnya, saat keterangan polisi yang menyebutkan ia membuang narkoba melalui lantai dua bantah. “Jarak rumah dan tempat ditemukan barang sangat tertutup. Bagaimana bisa polisi mengetahui itu. Saya tegaskan itu, bukan barang saya,” katanya.

Setelah mendengar dakwaan dari jaksa dan keteranggan saksi, Pengadilan Negeri Tanjungpandan, akan menggelar kembali sidang ini dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi tersebut, Rabu (2/12) mendatang. (kin)