Sidang Kasus Reklamasi PT BMMI Berlanjut, Pekan Depan Putusan Sela

by -
Sidang Kasus Reklamasi PT BMMI Berlanjut, Pekan Depan Putusan Sela
Suasana sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (21/1) kemarin.

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Belitung meminta kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan, untuk melanjutkan perkara koorporasi  PT BMMI ke pemeriksaan saksi. Sebab, kasus tersebut dinilai sudah memenuhi syarat formil dan materil.

Hal itu diungkapkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Belitung Suwandi, saat membacakan tanggapan eksepsi dari General Manager PT BMMI  Bestiandy Rhusianto (BR), dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Kamis (21/1) kemarin.

Sebelumnya, General Manager PT BMMI  Bestiandy Rhusianto (BR) menyatakan keberatan dengan dakwaan yang dibacakan oleh JPU Kejari Belitung, saat sidang perdana di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (6/1) pekan lalu.

Pasalnya, menurut penasihat hukum BR, Rahmaniar SH kliennya tidak bersalah. Seperti pasal yang didakwakan oleh JPU Kejari Belitung. Sehingga dia meminta kepada majelis hakim untuk tidak melanjutkan perkara tersebut.

Dalam kasus reklamasi pantai ini, RB didakwa Kejari Belitung dengan Pasal 98 Ayat 1 Juncto Pasal 116 Ayat 1 huruf a Undang-undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan lingkungan hidup.

Sebab PT BMMI dinilai jaksa telah melakukan kegiatan reklamasi. Sehingga mengakibatkan kerusakan ekosistem mangrove seluas 0,4 hektar, di kawasan Air Saga, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung.

Bahkan, akibat reklamasi tersebut, negara mengalami kerugian Rp 1.783.575.711.25 (satu miliar tujuh ratus delapan puluh tiga juta, lima ratus tujuh puluh lima ribu, tujuh ratus sebelas koma,dua lima rupiah).

Suwandi mengatakan, pasal yang didakwakan oleh Kejari Belitung beberapa pekan lalu dinilai lengkap. Serta disusun berdasarkan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (Kuhap), dengan cermat jelas dan lengkap.

“Sehingga dakwaan yang telah dibuat, sudah memenuhi persyaratan formil dan materil,” kata Suwandi dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Himelda Sidabalok dan didampingi Hakim Anggota AA Niko serta Andika Bhatara.

Oleh karena itu, dia meminta kepada majelis hakim untuk menolak ekspesi yang dilakukan oleh penasihat hukum terdakwa. Serta mengabulkan tanggapan dari jawaban eksepsi terdakwa. “Lalu dilanjutkan ke materi sidang selanjutnya,” kata Suwandi dalam sidang yang terbuka untuk umum tersebut.

Setelah mendengar ungkapan tanggapan dari JPU Kejari Belitung, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan memutuskan untuk melanjutkan sidang pekan depan. Yaitu, dengan agenda putusan sela. (kin)