Sidang Pra Peradilan Panas

OYO 399 Kelayang Beach Hotel

*Nelayan Akui Posisi yang Benar, Polisi dan DKP Hanya Jalankan Tugas

TANJUNGPANDAN- Puluhan Nelayan Belitung berkumpul di Gedung Pengadilan Negeri Tanjungpandan. Mereka ingin melihat secara langsung jalannya sidang praperadilan antara nelayan Belitung Romdoni, nahkoba kapal Pelangi Sapirulloh, Nahkoba Kapal Intan didampingi pengacaranya Gunawan SH dan DKP (Dinas Kelautan dan Perikanan) Beltim yang diwakili penasehat hukumnya Roniyus SH.
Sebelum sidang dimulai, mereka melakukan orasi di depan Gedung PN. Puluhan orang ini meminta para nelayan yang ditahan oleh pihak kepolisian Polair Beltim dan DKP Beltim dibebaskan. “Kasihan, mereka juga satu profesi sama kita,” salah satu nelayan kepada Belitong Ekspres, Rabu (17/6) kemarin.
Sidang ini dilaksanakan terbuka. Agenda sidang dan mengagendakan pemeriksaan berkas-berkas dan saksi-saksi. Dari pihak nelayan menghadirkan delapan orang saksi mereka adalah Maskuri, Marjuk, Sutarji, Mat Nasir, Suherman, Fahri, Nasfandiah, Asfandiar.
Sementara itu dari pihak DKP Beltim menghadirkan, Kasatpol Air Kabupaten Beltim AKP Yanto dan anggota PNS DKP Belitm Romi Sihombing. Dari pengakuan Maskuri, saat ia bersama teman lainnya melintas di tengah laut, dan melihat kapal Pelangi yang dinahkodai Romdoni dalam kondisi rusak.
Mengetahui hal tersebut mereka langsung menolong kapal ini dan membawanya ke tepi, yakni tepatnya di Pulau Merane. Setelah beberpa jam kedua kapal ini bersandar, secara tiba-tiba datang kapal milik DKP Beltim.
“Setelah itu, mereka memeriksa kelengkapan surat. Hingga akhirnya kami dibawa ke Polair untuk di mintai keterangan. Semua barang kami disita oleh petugas,” ujar Maskuri di hadapan Hakim Ketua Narendra SH.
Sedana dengan Maskuri, Marjuk, Sutarji juga mengahui hal yang sama. Sementara itu, dari pengakuan Mat Nasir, Suherman, Fahri, Nasfandiah, dan Asfandiar mereka diancam oleh salah satu anggota Polair Polres Beltim untuk mengakui hal yang tidak dilakukan para nelayan ini.
Mereka disuruh dan dipaksa mengakui kalau para nelayan ini saat mencari ikan mengunakan jaring yang dilarang, yakni Murami. Parahnya lagi, apa yang dilakukan polisi yang brinisial C ini, dia (anggota Polair Berinisial C) mengancam memenjarakan para nelayan ini, jika mereka (nelayan,red) tidak mau mengakui itu jaring Murami.
Meski sempat diancam dan dibentak-bentak oleh aparat, mereka tetap bertahan dengan kejujuran. Mereka menegaskan, jaring yang ia pakai adalah Drep N Net (jaring yang tidak berbahaya. Akibat ditahannya nelayan beserta kapal dan barang bukti, kondisi ikan di dalam kapal sebanyak kurang lebih 10 ton mengalami kebusukan.
Kasatpol Air Polres Beltim AKP Yanto tidak dapat berbuat banyak ketika penasehat hukum dari nelayan tersebut mencecer dengan pertanyaan tajam. “Kami tidak menahan para nelayan tersebut, kita hanya mengamankan,” ujar AKP Yanto.
AKP Yanto tidak dapat berkata-kata ketika ditanyai adanya indikasi mengancaman yang dilakukan, anggota Polair terhadap para nelayan ini. Bahkan ketika ditanyai masalah tersebut, ada kesan upaya mengalihkan jawaban.
“Kami menahan mereka lantaran tidak memiliki SLO (Surat Laik Operasi) dan SPB (Surat Izin Berlayar). Selain itu, kami juga menjalankan program mabes Polri tentang Ilegal Fishing,” katanya.
Saat Gunawan menunjukan salah satu surat tersebut, terlihat wajah merah (malu,Red), dan ia tak dapat berkata banyak. “Tugas kami hanya menjalankan perintah Mabes,” ujar kembali AKP Yanto.
Terpisah dari pengakuan Romi Sihombing, ia mengaku mereka tidak ditahan hanya diamankan. “Kami mengamankan mereka karena tidak memiliki SLO dan SPB,” katanya.
Sidang kembali dilanjutkan Besok (hari ini red) dengan mengangendakan kesimpulan. “Sidang dilanjutkan besok, pukul 10.00 WIB,” kata Hakim Ketua Narendara.
Usai persidangan pengacara para nelayan Gunawan mengatakan, ia akan menggugat DKP Beltim dengan nominal Rp 2 Miliar. “Ikan yang mereka bawa di kapal, dalam kondisi busuk,” kata Gunawan.
“Kalau hakim tidak mengabulkan gugatan tersebut, kami akan tuntuk DKP Beltim lagi dengan gugatan perdata,” pungkasnya.(kin)

banner 1200x200

Rate this article!
author

Author: