Sidang Terdakwa Pengerusakan, Panas

by -

*Pengacara Gina dan Jaksa Terlibat Pendebatan Sengit

TANJUNGPANDAN-Sidang kasus dugaan pengerusakan yang dilakukan Gina Faradesi (GF), terhadap mobil milik mantan Ketua DPRD Belitung Andi Lana, di Pengadilan Negeri Tanjungpandan, Rabu (11/5) kemarin berlangsung panas. Pasalnya, penasehat hukum (PH) terdakwa GF, Asnawi Patandjengsi terlibat perdebatan sengit dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Anggoro.
Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan terdakwa ini, dipimpin Hakim Ketua Hj Adriah didampinggi Hakim Anggota Saeful Imam dan Mahendra Adhi Purwanta, serta dihadiri terdakwa utama yakni GF.
Dalam sidang yang tebuka untuk umum ini, lagi-lagi GF belum bisa menghadirkan saksi yang meringankan. Meski begitu, sidang ini tetap berjalan dengan agenda mendengarkan pendapat saksi ahli dari Universitas Krisnadwipayana Jakarta Dr Made Darma Weda SH MH.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan dan Jaksa Penuntut Umum, Dr Made mengaku sebelumnya tidak mengenal GF. Dijelaskan mengenai kasus yang terjadi pada GF, semua unsur yang dilakukannya sudah terpenuhi.

“Suami boleh melaporkan ke pihak yang berwajib, jika barangnya dirusak oleh keluarga, saudara, anak bahkan seorang istri,” ujar pria asal Surabaya Jawa Timur ini.
Selain itu, unsur hukum harus dibuktikan. Seperti barang apa yang dirusak oleh sang istri. Meski sebagian barang itu adalah hak milik dari istri. “Dijelaskan tentang Islam, barang suami adalah milik istri,” ungkapnya.

Mantan Dosen Universitas Airlangga Surabaya ini menambahkan, meski bisa dilaporkan dan dituntut secara hukum, namun tidak etis dilakukan penuntutan. “Suami boleh melapor, namun selama terlibat dalam ikatan perkawinan, itu sangat tidak etis untuk dilakukann”pungkasnya.
Usai mendengarkan keterangan saksi ahli, penasehat GF, Asnawi meminta kepada Majelis Hakim untuk menghadirkan saksi ahli dalam masalah perdata. Namun, Hakim Ketua menolak, lantaran saat ini yang dijalaninya merupakan kasus pidana.

Selain itu, Asnawi juga meminta kepada Majelis Hakim agar memberi waktu seminggu lagi, untuk menghadirkan saksi yang meringan. “Kami minta kesempatan sekali lagi untuk dihadirkan saksi yang meringankan,” ujar Asnawi kepada Majelis Hakim.

Mendengar pernyataan tersebut, Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpandan mulai memanas. Bahkan, suara keras dilontarkan Jaksa Anggoro, yang menolak untuk diberikan waktu satu minggu kepada GF menghadirkan saksi yang meringankan.

“Tidak bisa. Saya keberatan. Sebab, ini sudah beberapa kali kita tunda dengan alasan yang sama. Pokoknya, sesuai dengan kesepakatan awal, jika Gina tidak dapat menghadirkan saksi yang meringankan, agenda selanjutnya yakni tuntutan,” katanya.

HJ Adria beserta dua Hakim Anggota Pengadilan Negeri Tanjungpandan ini merundingkan masalah ini. Dari hasil musyawarah ini, Majelis Hakim mengabulkan permintaan dari pengacara GF. Sidang dilanjutkan Rabu (18/5) mendatang, dengan agenda mendengarkan saksi yang meringankan dari GF. (kin)