Sidang Tetap Berjalan, Ajuin Sampaikan Pledoi

by -

*Jaksa Tetap Nyatakan Ajuin Bersalah, Sidang Dilanjutkan 3 Desember

TANJUNGPANDAN-Meski sebelumnya ada aksi demo di halaman Kantor Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpandan, pada Kamis (19/11) kemarin, Sidang dengan pledoi (pembelaan,red) dari terdakwa Ajuin tetap dilangsungkan sekitar pukul 11.00 WIB. Sidang terbuka untuk umum ini dipimpin Hakim Ketua Ronald Salnovri BYA SH, didampingi Hakim Anggota Narendra SH, dan Ferdinaldo SH. Selain itu, sidang juga diikuti ratusan pendukung Ajuin dari Sijuk dan Tanjungbinga.

Ajuin didampingi penashet hukumnya Mart Lumumba SH menyampaikan pledoi. Ajuin menyatakan tak bersalah dalam kasus ini. Ajuin merasa surat yang dimilikinya dari warisan turun temurun adalah sah adanya sejak tahun 1960.

Pledoi yang disampaikan Ajuin dalam sidang kemarin, langsung ditampik oleh Kejaksaan Negeri Tanjungpandan. Sebab, menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpandan Robby Arfan SH dan Catur SH,  Ajuin dinilai bersalah dengan bukti melanggar Pasal 236 Ayat 2 Tentang Penggunaan Surat Palsu.

“Kami langsung melakukan Duplik (Jawaban Pledoi Ajuin,red). Kita tetap pada keputusan kami, dan saya berharap hakim berlaku adil dalam mengambil keputusan ini,” ujar Catur didampinggi Robby Arfan.

Menanggapi pernyataan JPU, Ajuin yang didampingi penasehat hukumnya Mart Lumumba SH mengatakan, dirinya meminta kepada Majelis Hakim untuk membebaskan dirinya. Sebab, menurutnya, dia jelas-jelas tidak bersalah.

“Demi Allah saya tidak pernah memalsukan surat ini. Saya meminta keadilan dari Majelis Hakim, aku ingin bebas dan saya tegaskan sekali lagi, saya tidak bersalah,” ujar Ajuin di hadapan Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan.

Setelah mendengar pernyataan dari Ajuin, Hakim Ketua Sidang ini belum bisa memberikan tanggapan. Hakim meminta sidang dilanjutkan dua minggu ke depan yakni dijadwalkan pada Kamis (3/12) mendatang dengan agenda putusan.

Usai sidang, Humas Pengadilan Negeri Tanjungpandan Ferdinaldo SH mengatakan, sidang ini sudah dilaksanakan kurang lebih sepuluh kali. Dalam persidangan ini, Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpandan sudah memeriksa 15 saksi dan dua di antaranya saksi ahli.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Belitong Ekspres menyebutkan, sebelumnya terdakwa Ajuin dilaporkan PT Belpi ke Polres Belitung dengan dugaan kasus pemalsuan surat lahan di kawasan Sijuk. Surat bukti kepemilikan berupa surat segel tahun 1960 berdasarkan fakta pada proses hukum terbukti palsu.

“Terdakwa dituntut Kejaksaan Negeri Tanjungpandan dengan Pasal 263 ayat 2 Tentang Mengunakan Surat Palsu. Pasal ini berbunyi barang siapa dengan sengaja mengunakan surat palsu seorlah-olah sejati demi keuntungan, maka diancam pidana palima enam tahun,” kata Ferdi.

“Sedangkan yang dituntut oleh jaksa yakni pidana selama empat tahun. Untuk selanjutnya, sidang akan dilaksanakan Kamis (3/12) mendatang,” Kata Ferdinaldo kepada Belitong Ekspres kemarin.(kin)