Sidik Proyek PJU di Pulau Belitung, Kejati Geledah Dinas ESDM

by -
Suasana penggeledahan oleh Jajaran Pidsus Kejati di ruangan Kantor Dinas ESDM Babel, Kamis (1/8) kemarin.

Tersangka Segera Ditetapkan
3 Pihak Swasta Telah Diperiksa

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Jajaran Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung (Kejati Babel) telah melakukan penggeledahan di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Babel pagi hingga usai waktu Zuhur, Kamis kemarin.

Penggeledahan dilakukan di 4 ruangan terpisah, masing-masing milik Kadis Rusbani, Sekretaris, Bendarahara dan Kabid. Dari penggeledahan itu penyidik menyita sebanyak 1 koper dokumen dengan 26 item pekerjaan terkait proyek penerangan jalan umum (PJU) di Belitung dan Belitung Timur (Beltim) bersumber anggaran APBD 2018.

Namun, dalam penggeledahan tak banyak pernyataan yang disampaikan oleh pihak Pidsus. Aspidsus Eddi Ermawan memimpin penggeledahan dan sempat bertanya langsung dengan Rusbani terkait dokumen-dokumen proyek.

Sementara terkait penggeledahan teknis dokumen-dokumen, Kasi Penyidikan Himawan dan tim penyidik langsung melaksanakan di 4 ruangan berbeda. “(Terkait pemeriksaan) semua yang berhubungan dengan PJU,” sebut Eddi Ermawan kepada wartawan saat keluar dari ruangan ESDM.

Ermawan kepada wartawan menjelaskan, pihaknya sedang mengumpulkan bukti-bukti atas kasus proyek senilai Rp 2,9 miliar. Untuk status penanganan kasus ini sendiri sudah sampai kepada tahapan penyidikan. “Pengumpulan bukti-bukti guna akan segera dilakukan penetapan tersangka,” katanya.

Terkait perihal penyidikan dugaan kasus tindak pidana korupsi (tipikor) ini, sebelumnya juga sudah disampaikan langsung oleh Kajati Babewl Aditia Warman.“Ada perkembangan baru proses penegakan hukum dalam rangka pemberantasan tindak pidana korupsi,” katanya.

“Penyidik Pidsus telah meningkatkan satu operasi penyelidikan ke penyidikan, artinya telah ada kemajuan. Yakni terhadap proyek penerangan jalan di Kabupaten Belitung yang semuanya berjumlah 100 tiang,” sambung Aditia beberapa hari lalu.

Sedangkan untuk penetapan tersangka saat ini belum dilakukan. Sebab, penyidik masih mencari siapa yang paling bertanggung jawab dalam perkara tersebut. Lantas, mengenai dengan besaran kerugian negara menurut Kajati senilai harga proyek itu sendiri.

“Kerugian negaranya adalah total lost. Karena penyidik menemukan fakta di lapangan tidak sesuai dengan spek. Maka diartikan bahwa barang tidak ada. Ada barang yang dipasang tetapi tak sesuai RAB,” jelasnya.

Sementara itu, 3 orang dari pihak swasta sendiri Rabu lalu juga telah diperiksa penyidik. Salah satunya, bos solar cell, Sandi Hartono yang juga Direktur PT Santini Lestari Energi Indonesia dari Pasuruan Jawa Timur. Namun tak ada pernyataan apapun dari Sandi Hartono terkait pemeriksaan dirinya.

Sementara Kadistanben 2018 saat proyek dilaksanakan, masih dijabat oleh Suranto Wibowo. Kepada harian ini, dia mengatakan baru tahu adanya penyidikan tersebut. Dia sendiri mengakui sudah sempat diperiksa terkait itu semua. Bahkan, Suranto juga akui kalau proyek itu tertuang dalam surat perjanjian nomor 671/1631a/SPPJUTS/Esdm/27 Agustus 2018.

“Proyek tersebut memang dilaksanakan di zaman saya. Memang betul ada proyek di sana (Belitung). Tetapi untuk penyidikan saya belum tahu,” ujar Suranto yang kini duduk sebagai staf ahli Gubernur Bangka Belitung (Babel). (eza)