Silang Sengkarut: antara Tradisi dan Inovasi Sebuah Paper Ketua DKB untuk Indonesia & Dunia

by -
Silang Sengkarut: antara Tradisi dan Inovasi Sebuah Paper Ketua DKB untuk Indonesia & Dunia

Silang Sengkarut: antara Tradisi dan Inovasi Sebuah Paper Ketua DKB untuk Indonesia & Dunia

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Hasil riset etnografi di berbagai daerah di Indonesia yang dilakukan Iqbal H. Saputra, Ketua Dewan Kesenian Belitong (DKB), menjadi salah satu agenda Daily Discussion dalam October Meeting di Yogyakarta, Kamis (24/10). Acara ini diadakan oleh para seniman musik yang tergabung dalam Art Music Today ini digelar di Tembi Rumah Budaya, Yogyakarta.

Hasil riset tersebut tertuang dalam paper “Silang Sengkarut: antara Tradisi dan Inovasi”, merupakan hasil penelitian Iqbal 5 tahun terakhir dalam undangan pemerintah dari berbagai daerah di Indonesia.

“Judul paper saya, “Silang Sengkarut: antara Tradisi dan Inovasi”, merupakan hasil riset saya 5 tahun terakhir dalam undangan dari pemerintah dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kupang. Kemudian ditambah dengan data-data riset di Yogya dan Bangka Belitung. Ditambah pula kajian bersama beberapa anggota Dewan Kesenian Belitung, Pusat Studi Kebudayaan Belitong, dan forum-forum terkait lainnya.” paparnya.

Iqbal menyebutkan, panitia Oktober Meeting tertarik dengan hasil risetnya, Mereka pun mengontak dirinya, dan meminta menjabarkan secara luas, dalam kerangka Indonesia pada umumnya.

“Saya diminta Mas Rangga dan teman-teman panitia October Meeting untuk memberikan pandangan saya sebagai ketua DKB, sebagai seniman, maupun peneliti terkait dunia seni-budaya Indonesia mutakhir,” kata Iqbal kepada belitongekspres.co.id, Jumat (25/10) kemarin.

Disebutkannya, Acara ini adalah dampak dari Orasi Budaya, yang berkaitan dengan kesenian Belitong yang ada di Pulau Mendanau, Keruncong Stambul Fajar.

“Hasil residensi saya dalam program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan Juni lalu sudah saya presentasikan di Universitas Gadjah Mada bersama Hanna Marie Standiford, Etnomusikolog dari Amerika Serikat,” terangnya.