SKB Perawas akan Dijadikan Rumah Singgah Bagi Tenaga Medis Covid-19

by -
SKB Perawas akan Dijadikan Rumah Singgah Bagi Tim Tenaga Medis Covid-19
Peninjauan bersama ke SKB yang beralamat Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung menyiapkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) untuk dijadikan rumah singgah bagi bagi tim medis yang menangani pasien Covid-19 di RSUD Marsidi Judono, Belitung.

“Sedang disiapkan, minggu depan sudah dipakai, untuk rumah singgah tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di RSUD kita,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Belitung MZ Hendra Caya kepada Belitong Ekspres, akhir pekan lalu.

SKB yang beralamat Jalan Jenderal Sudirman, Desa Perawas, Kecamatan Tanjungpandan sementara ini diubah peruntukannya. Ada 14 kamar yang sudah disiapkan untuk para perawat dan dokter. Satu kamar di SKB diperuntukkan bagi dua orang petugas.

“Itu kami jadikan rumah singgah sementara ini untuk tenaga medis. Itu sudah disiapkan 14 kamar, sudah dilengkapi dengan kasur, kamar mandi di dalam kamar, tinggal kami pasang AC dan TV saja,” jelas Hendra Caya.

Kata Hendra Caya, sebelumnya SKB direncanakan tempat isolasi kasus Orang Dalam Pemantaun ( ODP) terkait Covid-19, namun kasus ODP dan PDP sementara ini belum meledak seperti yang diperkirakan. Apabila sudah dinilai banyak, maka SKB akan difungsikan sebagai tempat isolasi.

“Rencana kemarin memang untuk isolasi ODP, tapi ternyata melihat SOP, malah yang positif saja sebetulnya bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, tapi harus betul-betul melakukan isolasi. ODP kita tidak begitu banyak dan banyak isolasi mandiri di rumah,” paparnya.

Lebih jauh dia mengatakan, dengan adanya rumah singgah diperuntukkan bagi tenaga medis agar mereka bisa tenang dalam menjalankan tugas, dan tidak melakukan kontak dengan anak, istri, maupun suami di rumah.

“Jadi terburuknya, kalau pun nanti mereka terpapar, tidak akan khawatir. Terus dengan mereka di situ, mereka lebih tenang, bisa istirahat dengan tenang dan ke rumah sakit juga tidak jauh. Terkadang mereka ada takut pulang kerumah untuk bertemu keluarga,” tukasnya.

Selain itu, dengan tinggal di rumah singgah, para tenaga medis juga akan mudah berkoordinasi dalam penanganan Covid-19. Karena ada 14 kamar di SKB yang disiapkan dan mampu menampung 28 orang tenaga medis.

“Ini harus cepat. Nah untuk ODP ini belum mendesak, jadi kami belum manfaat kan, jadi melihat perkembangan nanti nya, terburuknya kalau meledak ODP ini, baru SKB itu bisa untuk ODP,” pungkas Hendra Caya. (dod)

Editor: Yudiansyah