SKPD Berlomba Habiskan Anggaran

by -

>Indikator Keberhasilan Dinilai Keliru
>Antonius : Mestinya Berbasis Kinerja

PANGKALPINANG – Anggapan indikator keberhasilan Satuan  Kerja Perangkat Daerah (SKPD) berdasarkan serapan anggaran dinilai keliru. Sebab keberhasilan SKPD tidak bisa dinilai demikian, melainkan berbasis kinerja.
“Indikator keberhasilan SKPD, masih dari serapan anggaran. Kalau serapan rendah, dianggap kinerjanya rendah. Ini salah kaprah. Akhirnya semua SKPD menghabiskan anggaran di penghujung tahun, agar kinerja mereka dianggap tidak rendah. Seharusnya bukan berbasis serapan tapi kinerja,” kata Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Antonius Uston.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai persepsi bahwa indikator keberhasilan SKPD hanya berdasarkan serapan anggaran yang telah terbangun selama ini sangat keliru dan harus dirubah. “Selama ini, jika serapan rendah dianggap kinerja juga rendah,” tandasnya.
Hal lain yang disoroti Antonius, yakni  pembahasan RAPBD (Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi Babel tahun 2016, hanya bersifat seremonial.
“Kita selalu mengingatkan dan mempertanyakan dengan tegas kepada SKPD, namun tetap tidak berubah. Padahal, pembinaan masyarakat secara langsung itu yang menyentuh, bukan peningkatan kualitas PNS. Diklat dan pelatihan boleh saja dilakukan, yang kegiatannya langsung kepada masyarakat,” sebutnya.
Maka Karena itu, dikatakan Antonius pihaknya mencoret banyak diklat yang bersifat tidak langsung menyentuh masyarakat.
“Banyak diklat yang kita coret, setelah dianalisa, ternyata hampir sama dengan kegiatan-kegaiatan sebelumnya,” tukasnya. (fiz)