SLRT Pastikan Masyarakat Miskin Dapatkan Akses Pelayanan Sosial

by -1 views
Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi saat membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Pelayanan Terpadu, Senin (7/5) di Hotel Guest Manggar.
MANGGAR – Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT) adalah inisiasi program yang diluncurkan oleh Kementerian Sosial dalam rangka memastikan masyarakat miskin dan rentan mendapatkan akses perlindungan dan pelayanan sosial yang terintegrasi.
Ada beberapa fungsi dibentuknya SLRT antara lain integrasi informasi dan data identifikasi keluhan, rujukan dan penanganan keluhan, pencatatan kepesertaan dan kebutuhan program dan pemutakhiran daftar penerima manfaat secara dinamis.
“Beltim sebagai percontohan untuk SLRT, di Babel kita masih di peringkat dua dan memang dengan adanya acara bimtek seperti ini, intinya mengajak mereka petugas SLRT lebih peduli lagi,” ungkap Sekda Beltim Ikhwan Fahrozi saat membuka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Pelayanan Terpadu, Senin (7/5) di Hotel Guest Manggar.
Pentingnya pelaksanaan SLRT di daerah karena diharapkan mampu meningkatkan keberpihakan perencanaan dan penganggaran kepada kelompok rentan dan miskin serta pengintegrasian layanan mulai dari pemutakhiran basis data yang dinamis. Termasuk integrasi program lintas sektor dan peningkatan upaya untuk mengkoordinasikan layanan sosial pusat dan daerah.
“Melalui bimtek ini, petugas SLRT dapat mengupdate data-data karena memang walau kelihatan gampang tapi di lapangan perlu verifikasi. Selain bekerja sebagai operator dengan bantuan perangkat desa dan kepala dusun harus tau dimana by name, by adress dan by location relokasi masyarakat kita yang kurang mampu atau rentan masalah,” bebernya.
Sejak tahun 2016, Kabupaten Beltim merupakan salah satu dari 70 Kabupaten/Kota yang menjadi wilayah pelaksanaan program SLRT yang berkedudukan di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Karenanya, diperlukan peningkatan pemahaman program SLRT di tiap pemangku kebijakan sejak awal agar ada peningkatan kualitas pelayanan.
“Jangan sampai terlewatkan (pendataan). Sejauh ini bukan terlewatkan tapi ada data masyarakat keluarga jompo yang kadang-kadang tidak punya data karena kadang tinggal di rumah anak yang mungkin dengan anak yang secara ekonomi mampu padahal mereka tetap perlu perhatian,” sebut Ikhwan.
Ikhwan juga berharap, bimtek menghasilkan atau menyajikan data SLRT yang sesuai kebutuhan dan sasaran bantuan. “Output dengan adanya data ini kita bisa memilih kepada masyarakat, bantuan apa yang tepat. Oh ternyata dalam keluarga ini ada anak usia sekolah, berarti beasiswa. Oh ini karena ketahanan pangan, ini rastra. Kalau BPJS sudah tercover semua,” tukasnya.
Bimtek menghadirkan seluruh operator SLRT Desa, Kepala Desa dan para Camat. Narasumber kegiatan bimtek mendatangkan langsung Koordinator Dukungan Pemda di Setnas Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) Kemensos, Widya Pudji Setyanto. (msi)