SMKN 1 Dendang Lepas Angkatan Pertama

by -

DENDANG – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Dendang, melepas 46 siswa yang dinyatakan lulus Ujian Nasional (UN) tahun 2016. Kelulusan ini merupakan angkatan pertama sejak SMK Negeri 1 Dendang berdiri, 3 tahun lalu. Pelepasan siswa dihadiri Wakil Bupati Belitung Timur (Beltim), Burhanudin, Sabtu (23/4) pekan lalu.

Diminta memberikan motivasi, Wabup Burhanudin yang akrab disapa Aan mengaku senang atas kerja keras para guru yang berhasil mendidik siswa sampai dinyatakan lulus. Pasalnya, sebagai pejabat yang pernah menjadi bagian birokrasi, dirinya sangat memahami perjuangan mendirikan Sekolah Kejuruan khusus bidang perikanan.

“Saya mau menangis rasanya mendengar suka duka para pengajar disini (SMKN 1 Dendang, red) bekerja dengan keterbatasan akhirnya berhasil meluluskan 46 siswa,” ungkap Aan.

Karena itu Aan, tetap berharap di angkatan yang pertama ini pada 5 tahun yang akan datang, ada alumni SMKN 1 Dendang yang berhasil dan sukses menjadi pengusaha ikan dengan segala pengalaman yang didapat sekolah yang berbasis perikanan ini.

Berdasarkan laporan Kepala Sekolah SMKN 1 Dendang, Pulung Supriyadi, bahwa ini adalah angkatan yang pertama. Sebenarnya berjumlah 76 siswa. Namun perlahan jumlah sebanyak itu berkurang dengan berbagai latar belakang. Meski demikian, dari sebanyak 46 siswa lulusan angkatan pertama akan menjadi motivasi membangun SDM bidang perikanan di Kabupaten Beltim.

Pulung mengatakan, seiring perkembangan dan kebutuhan SMKN 1 Dendang maka rencananya tahun ajaran 2017 akan menambah jurusan program studi baru. Sehingga kedepan, orang tua dan siswa memiliki pilihan sesuai bakat minatnya.

“Saat ini jurusan yang ada keahlian agribisnis perikanan. Mengamati potensi kedepannya dan adanya bantuan peralatan pengolahan hasil perikanan bantuan Kementerian maka mulai tahun 2017 akan kita buka jurusan Pengolahan,” ujar Pulung.

Meski demikian, Pulung mengakui ada kekurangan tenaga guru SMKN 1 Dendang. Terisinya seluruh ruang belajar kelas X, XI, dan XII membuat guru kewalahan mengajar karena melebihi kapasitas jam mengajar ideal.

“Perlu saya sampaikan saat ini ada 10 guru termasuk saya (Kepala Sekolah, red) merangkap. Belakangan ada satu orang guru yang menjadi atlet untuk membela Beltim dari mulai ajang Porprov, Porwil dan Porda, karena itu tidak ikut dalam proses mengajar, jadi tinggal 9 guru termasuk saya,” sebut Pulung.

“Dengan jumlah yang minim, sangat tidak efektif mengajar. Setiap guru mengajar diatas 30 jam perminggu dan ada yang merangkap bendahara,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komite SMKN 1 Dendang, Erwandi. Mendengar rencana pengalihan kewenangan bidang SMA/SMK dari Kabupaten ke Provinsi, Erwandi mewakili para orangtua berharap Pemerintah daerah tidak melepas tanggungjawab begitu saja. Peran Pemerintah daerah dalam membangun SDM tetap harus diupayakan.

“Dalam kesempatan ini, mewakili rekan komite kepada Pemda agar dapat memfasilitasi hal-hal yang berhubungan dengan sekolah ini. Meskipun tanggungjawab sudah di Provinsi,” papar Erwandi.

Ia menambahkan, salah satu upaya yang diminta Komite Sekolah adalah prioritas pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

“Mohon dukungan bagaimana caranya untuk angkatan pertama (lulusan) agar dapat di prioritaskan ke jenjang lebih baik. Kami yakin dibawah kepemimpinan pak Bupati dan Wakil Bupati, pendidikan bisa lebih maju kedepannya,” tandasnya. (feb)