SMKN 3 Butuh Lab. Praktik Siswa

by -

*Lahan (Bekas)  RSUD Diminta untuk Dimanfaatkan

TANJUNGPANDAN – SMK Negeri 3 Tanjungpandan pernah mengusulkan site plan (rencana tapak) pengembangan sekolah. Lokasi yang dimaksud yaitu bekas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang kini kosong. Site plan tersebut tertera diusulkan tahun 2013 dan saat itu ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Drs Rafeli.

Kepala SMKN 3 Tanjungpandan Rahman Cik Muda membenarkan adanya usulan dari sekolah melalui dinas ke Pemerintah Daerah. Dalam rencana, akan dibangun tempat praktik siswa. Seperti hotel, asrama siswa, dan restoran, dan bahkan lapangan tenis. “Kami nunggu pemda saja la. Sesuai rencana awal kita kan mengusulkan melalui dinas,” kata Rahman di ruang kerjanya, Rabu (30/3) kemarin.

Rahman mengatakan SMKN 3 Pariwisata memerlukan lokasi pengembangan untuk saran praktik. Kebetulan lahan RSUD Jalan Melati yang tidak digunakan sementara ini. Momen ini dimanfaatkan untuk mengusulkan penggunaan.

“Dasar kami mengusulkan itu ini, kalau kita dak ngusul kita salah juga. Orang tidak tahu. Kalau kita tidak menyampaikan usulan, orang menganggap kita tidak perlu. Kalau kita nyampaikan, untuk apa, untuk bangun sarana praktik siswa. Tapi sekali lagi itu tergantung pembahasan di pemda,” kata Rahman.

Saat ini SMKN 3 Tanjungpandan memiliki sebanyak 23 ruang kelas, perpustakaan, restoran tata boga, kantor (sebenarnya ruang kepala jurusan). SMKN 3 Tanjungpandan memiliki tiga Jurusan, yaitu akomodasi perhotelan, usaha perjalanan wisata, dan tata boga.

Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani mengatakan pemda sudah mengetahui usulan SMKN 3 Pariwisata. Erwandi menyebut untuk hal ini pernah ia berbica langsung dengan Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem).

Bahwa, untuk pengembangan sekolah, juga mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang pariwisata perlu adanya hotel untuk praktik. “Saya sudah bicara dengan pak bupati, bahwa SMK 3 sebagai SMK pariwisata. Mereka membutuhkan hotel untukk prakter. Diantara sebagian diperuntukan SMK, sehingga ada tempat praktiknya. Tapi kalau aku minta supaya diberikan sedikit ruang untuk tempat praktiknya. Yang lain saya belum tahu pak bupati mau seperti apa,” kata Erwandi di ruang kerjanya.

Lahan RSUD Jalan Melati cukup luas, ukurannya sekitar 1,8 hektar. Erwandi menyebut, kedepan mungkin saja pemda akan memanfaatkan gedung itu untuk hal lain. Karena lahan itu cukup besar.

“Ada rencana lain, tapi mungkin pak bupati lah yang menyampaikan. Tapi aku berharap ada sebagian menjadi ruang praktik sekolah. Yang jelas dari SMK sudah melakukan permintaan. Intinya pak bupati sudah tahu, tapi tergantung pak bupati,” pungkasnya. (ade)