SMKN 3 Terapkan Sistem Bobot Nilai

by -

TANJUNGPANDAN-Proses penerimaan siswa baru (PSB) di sekolah lanjutan atas, khususnya SMKN 3 Tanjungpandan, dinilai masih membingungkan pendaftar. Kebingunan ini didasaripada perhitungan bobot nilai bagi pendaftar sehingga muncuk praduga yang bermacam-macam yang mengarah ke dugaan yang negatif.
Salah satu pendaftar, RS kepada BE mengatakan, nilai seluruh mata pelajaran yang dimiliki 175,5. Tapi, dia merasa bingung mengapa dengan nilai sebesar itu tak lolos di SMKN 3.
Menanggapi hal ini, Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Tanjungpandan Drs Rahman Cik Muda mengatakan, hasil pengumuman seleksi salon siswa baru yang dikeluarkan telah berdasarkan sistem penilaian dengan mengacu pada bobot nilai.
“Misalnya untuk mata pelajaran Bahasa Inggris bobot nilainya ada 3, Bahasa Indonesia 3, Matematika  2 dan IPA juga 2. Jadi meskipun total nilainya ada yang sama tetapi dari jumlah bobot nilai ada yang beda, maka yang kita saring adalah bobot nilai tadi,” jelas Rahman kepada Belitong Ekspres Jumat (26/6) siang kemarin, di ruang kerjanya.
Rahman menjelaskan, meski jumlah nilai dari para calon siswa yang diseleksi ada yang sama, tetapi jumlah bobot nilai ada yang berlainan. Maka hasil penilaiannya pun pasti tidak akan sama pula. Sebab, yang dinilai bukan total keseluruhan dari jumlah nilai mata pelajaran.
Rahman menyebutkan, bobot nilai yang diterima pihaknya hanya berjumlah 450. Jadi, ketika misalnya ada salah satu calon siswa dalam seleksi itu tidak termasuk dalam sistem pengolahan data sesuai dengan kuota yang ada, maka hal tersebut tidak boleh disalahkan. 
“Karena kita hanya bisa menyaring sampai 160 orang siswa untuk sistem akademik dari enam kelas. Adapun untuk non akademik itu berjumlah 32 orang siswa khusus untuk satu kelas saja,” paparnya.
Karena itu, lanjut Rahman, kalau memang kenyataannya berbicara demikian, kita tidak boleh harus memaksakan kehendak. Karena semua orang pasti ingin demikian juga.  “Total kuota yang kita terima hanya 192 siswa, sedangkan yang mendaftar ada 262 orang. Adapun sisanya, akan dialihkan ke sekolah lain yang masih kekurangan dan membutuhkan siswa,” ujarnya.
Dijelaskan Rahman lebih jauh, jalur seleksi yang diterapkan di SMK Negeri 3 Tanjungpandan terdiri dari dua yakni, jalur akademik berdasarkan dengan bobot nilai dan jalur non akademik melalui piagam yang tidak berkaitan dengan nilai.  
“Kita punya sistem yang berbeda dari masing-masing sekolah. Jika memang ada salah satu siswa yang tidak puas dengan hal ini (pengumuman hasil seleksi,red), maka silahkan agar datang langsung ke sekolah,” kata Kepsek ini didampingi langsung oleh Ketua PSB, Hermila Spd.(mg2)