SMPN 2 Badau Dinilai untuk Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2019

by -
Foto bersama usai penilaian Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional 2019 di SMPN 2 Badau.

belitongekspres.co.id, BADAU – Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2019 melakukan penilaian di SMPN 2 Badau, Kabupaten Belitung, Kamis (25/07) kemarin. Sebelumnya pada hari yang sama, tim ini sudah meninjau Sekretariat Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah Kabupaten Belitung dan Sekretariat UKS Kecamatan Badau.

Tim penilai didampingi oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung, yang juga ketua Harian Tim Pembina UKS Kabupaten Belitung Jasagung Hariyadi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Paryanta, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung Suhendri dan pejabat serta undangan lainnya.

Ketua Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional Tahun 2019, Kementerian Kesehatan, Teti Tejayanti mengatakan, kedatangan mereka untuk menilai dari 25 SMP/MI yang masuk nominasi Sekolah Sehat Tingkat Nasional tahun 2019.

Adapun penilaian sekolah sehat tingkat nasional meliputi tiga item. Yaitu Best performance atau kinerja, Best Achievement atau pencapaian, Best Attitude atau perilaku hidup bersih.

“Kita melihat ruang perpustakaannya seperti apa, dan memiliki ruang UKS khusus atau tidak, bagaimana ruang kelasnya, jendela dan ruang kelasnya profesional tidak dan ada nyamuk atau tidak. Yang terpenting kebersihan, itulah contohnya, kita ada format penilaiannya,” jelas Teti.

Menurut Teti, perlombaan sekolah sehat ini sudah berproses dilaksanakan sejak tahun 2018 kemarin. SMPN 2 Badau mewakili Provinsi Bangka Belitung ke tingkat Nasional. “Semua program UKS dari tiap tingkatan sekolah sudah diterapkan, seperti tingkat TK, SD, SMP dan SMA. Cuma kadar penerapannya berbeda-beda, dan perilaku anak TK, Dan SMA juga berbeda,” terangnya.

Sementara itu Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Belitung Belitung Jasagung Hariyadi mengatakan, sejak ditetapkan menjadi juara Provinsi tahun 2018 lalu, segala persiapan sudah mulai dilakukan di SMPN 2 Badau tersebut.

“Baik dari sumber daya manusia artinya siswa, kemudian guru, lingkungan sekolah. Dan ini mulai disosialisasikan ke seluruh sekolah bahwa manfaat ataupun peranan UKS di sekolah,” kata Ketua Harian Tim Pembina UKS Kabupaten Belitung.

Dia menungungkapkan, selain dari mempersiapkan sumber daya manusia, Sosialisasi dan UKS, fisik siswa juga harus dipersiapkan. Termasuk menyangkut lingkungan sekolah yang masih kurang lebih dipersiapkan lagi sesuai dengan standar Lomba Sekolah Sehat tingkat Nasional.

“Mudah-mudahan SMPN 2 Badau ini bisa lolos di tingkat Nasional, kita doakan bersama ya. Kita memang berharap di Belitung ini untuk Provinsi Bangka Belitung menjadi proyek percontohan untuk sekolah sehat tingkat Nasional,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dampak sekolah sehat sendiri sangat bermanfaat bagi para siswa. Jika siswa sehat belajar akan menjadi lebih lancar, lingkungan yang sehat akan menunjang kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

“Sebenarnya tujuan utamanya ya itu, membiasakan para siswa sejak dini berpola hidup sehat, ini kan bisa di latih dari sekolah,” ujar Jasagung Hariyadi.

Pada kesempatan yang sama, Kepala SMPN 2 Badau Yaniar Siti Mutmainah, mengatakan SMPN 2 Badau tidak akan menjadi apa-apa jika tidak ada kerja sama dan bantuan antar sektor Desa, komite, juga orang tua siswa-siswi, serta Pemerintah Kabupaten Belitung.

“Jadi dukungan yang paling penting. Selain dari warga sekolah tentunya masyarakat sekitar juga berperan aktif dalam memajukan SMPN 2 ini. Itu yang utama untuk bisa sukses dilaksakan sekolah sehat ini,” ungkapnya.

Dirinya mengatakan SMPN 2 Badau sudah sejak tahun 2013 lalu mulai mengikuti sekolah sehat tersebut. Mulai dari Kecamatan naik lagi di Kabupaten, Provinsi, gagal bangkit lagi. Dan baru tahun 2019 ini SMPN 2 Badau di percayai menjadi sekolah sehat tersebut. “Semoga ya kita harapkan nanti SMPN 2 Badau ini bisa mewakili Provinsi memenangkan di tingkat Nasional,” harapnya. (dod)