Soal Kabut Asap, BPBD Beltim dan BMKG  Silang Pendapat

by -
BPBD Beltim dan BMKG Silang Pendapat
Kebakaran hebat yang melahap rumput dan semak belukar di kawasan Air Pancor Padang, tepatnya dekat SMP2 Manggar, Selasa (16/9) tadi malam.

Andrey: Bukan Asap Kiriman dari Luar
Carles: Kabut Asap Dari Kalimantan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Fenomena kabut asap menambah persoalan baru kemarau panjang yang terjadi di Pulau Belitong sejak beberapa hari terakhir. Hal ini mengakibatkan terbatasnya jarak bebas pandang di beberapa ruas jalan, terutama akses Jalan tengah di Kabupaten Belitung Timur (Beltim).

Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Beltim, Andriyanto Putra menyebutkan, bahwa fenomena kabut asap yang terjadi tersebut diakibatkan maraknya kebakaran yang terjadi belakangan ini.

“Kabut asap ini muncul karena kian maraknya kebakaran yang terjadi beberapa hari terakhir. Itu bukan asap kiriman dari luar, namun dari sinilah,” ungkap Andriyanto kepada Belitong Ekspres, Selasa (17/9) kemarin.

Ketua Ahli Geologi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) itu menegaskan, tidak mungkin kabut asap dari luar seperti Kalimatan akan sampai ke Pulau Belitong. Sebab, kata dia Pulau Belitong Negeri Laskar Pelangi dikelilingi lautan.

“Asap akan terurai di udara jika melintas lautan. Jadi itu tetap dari kebakaran di dalam wilayah Belitong, bukan dari luar,” tegas Andrey sapaan akrabnya.

Oleh Karena itu, Andrey menghimbau agar masyarakat menghentikan segala kegiatan pembakaran terhadap hutan dan lahan di Pulau Belitong. “Terkait mulai adanya kabut asap, kami terus menghimbau agar jangan lagi membakar. Itu disengaja dibakar oleh oknum yang tak bertanggungjawab, tolonglah jangan lakukan,” tandasnya.

Berbeda halnya disampaikan, Kepala kantor Statiun Metreologi Kelas III HAS Hanandjoeddin Tanjungpandan Carles Siregar. Menurut BMKG Provinsi Babel, kata Carles kabut Asap yang melanda Pulau Belitong merupakan kiriman kalimantan.

“Kalau kebakaran di sini kan (Belitong) kecil-kecil. Jadi pastinya kabut asap menyelimuti Pulau Belitong kiriman dari luar, yaitu Kalimantan,” kata Carles saat dihubungi Belitong, Selasa (17/9).

Meski demikian, untuk aktivitas penerbangan pesawat di Bandara HAS Hanandjoeddin belum terdampak dan masih terbilang aman, Selasa kemarin. Kata Carles, saat ini kabut asap yang menyelimuti Pulau Belitung jarak pandangnya yakni berkisar 1 – 1,5 Km. “Kabut asap yang bisa menggangu aktivitas penerbangan itu jika visibility (jarak pandang) di bawah 1 kilometer,” jelasnya.

BMKG Provinsi Bangka Belitung kata Carles hingga saat ini tidak bisa memprediksi kapan berakhirnya kabut asap. Untuk itu, diharapkan setiap warga yang ingin keluar rumah agar menggunakan masker pengaman.

“Kita belum bisa memprediksi kabut asap ini sampai berapa hari. Jadi pakai masker saat keluar rumah, perbanyak minum air putih dan cuci mata jika habis berpergian,” pinta Carles.

Polisi Himbau Nyalakan Lampu saat Berkendara

Sementara itu, terkait fenomena Kabut Asap, Kasat Lantas AKP Dwi Purwaningsih, SH, SIK menghimbau kepada masyarakat khususnya pengguna jalan agar lebih berhati-hati dan tetap memenuhi aturan berlalu lintas.

“Kita himbau untuk masyarakat terkait fenomena yang sekarang ini yaitu banyaknya Kabut Asap, untuk masyarakat bagi pengguna jalan agar tetap tertib berlalu lintas untuk tetap menyalakan lampu pada siang hari,” terang AKP Dwi kepada Belitong Ekspres.

Selain itu, mengenai terbatasnya jarak pandang akibat kabut asap. AKP Dwi menekankan agar masyarakat mematuhi rambu dan marka jalan, serta dapat menjaga kecepatan saat mengendarai kendaraan bermotor.

“Dan tetap mematuhi rambu-rambu dan marka jalan yang ada. Karena daya pandang terbatas, kecepatan jangan melebihi 40 KM/Jam,” tandas mantan Kapolsek Sijuk Polres Belitung ini. (dny/mg1)