Soal Narkoba, Dilakukan Sebelum Tersangkut Hukum

by -

LUBUKBESAR – Kapolres Bangka Tengah (Bateng), AKBP Frenky Yusandhy menghimbau agar masyarakat yang mendapati anggota keluarganya terindikasi penyalahgunaan narkoba dapat segera melaporkan ke Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) guna mendapat rehabilitasi.

“Perlu diketahui, rehabilitasi narkoba hanya bagi mereka yang belum berurusan dengan hukum. Maka dari itu, kami ingatkan kepada pihak keluarga agar jangan sungkan untuk mengusulkan rehabilitasi ke BNNK bilamana ada anggota keluarga yang terindikasi¬† penyalahguna narkoba,” kata Kapolres dalam dialog interaktif yang diselenggarakan bagi para pelajar, tokoh masyarakat dan agama pada Jumat (3/6).

Kendati peredaran narkoba di Kecamatan Lubuk Besar dan Kecamatan Simpangkatis ini masih cukup terjaga, namun kata Kapolres, penyalahguna lem aibon, komix ataupun arak yang dicampur minuman ringan mulai marak dilakukan remaja di wilayah hukum Polres Bateng. “Khusus untuk komix ataupun lem aibon, kita himbau pemilik toko untuk melihat calon pembelinya. Namun untuk arak, dalam operasi pekat menjelang Ramadhan ini kita akan tertibkan,” jelasnya.

Frengky menambahkan, Polres Bateng saat ini mulain menerapkan program SSDP, Polisi Mengerti dan Kamtibmas Punye Kite yang bertujuan menciptakan kamtibmas di lingkungan masyarakat. “Inovasi program ini dilakukan, sebagai solusi masih kurangnya tenaga personil polisi saat ini. Karena bilamana, masyarakat kita telah menanamkan Kamtibmas punya kita semua dan mengaplikasikannya dalam keseharian tentunya diharapkan dapat menekan angka kejahatan,” terangnya.

Sementara Kepala BNNK Bateng Amran mengatakan, semua pihak harus merasa prihatin dan peduli terhadap bahaya narkoba. BNNK Bateng belum lama ini sempat melakukan identifikasi dan sosialiasi ke sekolah-sekolah menengah, bahkan di satu sekolah ada 10 orang pelajar yang terindikasi mengidap narkoba 5 diantaranya anak perempuan yang kemudian dilakukan langkah rehabilitasi termasuk pula penyalahguna lem aibon dan obat batu komix. “Artinya, narkoba sudah masuk ke kalangan pelajar kita. Kami dari BNNK Bateng tidak bisa bekerja sendiri, karena butuh dukungan berbagai pihak mulai dari orang tua, guru, masyarakat hingga polisi,” imbuhnya.(and)