Soal Regulasi 1 Maspakai 1 Penerbangan Sehari, Elzaldi: Sudah Dicabut

by -
Soal Regulasi 1 Maspakai 1 Penerbangan Sehari, Elzaldi: Sudah Dicabut
Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan.

belitongekspres.co.id, PANGKALPINANG – Bagai segendang sepenarian, permintaan Bupati Belitung, H. Sahani Saleh, agar regulasi satu maskapai satu penerbangan dalam sehari yang dikeluarkan oleh Pemprov Babel dicabut, ternyata memang sudah dicabut.

”Memang sudah dicabut, sudah lama dicabut. Itu untuk penerbangan Bangka Belitung,” tegas Gubernur Erzaldi Rosman Djohan kepada Babel Pos (grup Belitong Ekspres), tadi malam.

Dikatakan Gubernur, pencabutan itu sendiri tentunya dengan diiringi regulasi dan masukan dari Satgas Covid-19. Dan juga pencabutan itu juga diiringi dengan harus tetap disiplinnya masyarakat Babel khususnya terhadap protokol kesehatan.

”Kita berharap masyarakat kita tetap menjaga disiplin protokol kesehatan, kalau masyarakat kita disiplin, maka orang juga tidak takut datang ke Babel.  Maskapai juga harus disiplin, seperti jumlah penumpang maksimal 75 persen, tidak boleh full,” ujar Gubernur lagi.

Bahkan menurut Gubernur, seiring dengan ini, pihaknya tengah persiapan launching kunjungan wisatawan asing ke Babel.

“Kita akan mengundang para maskapai, termasuk seperti Air Asia, misalnya sebagai bentuk Babel siap menerima wisatawan dengan disiplin protokol kesehatan,” tegas Gubernur.

Seperti dilansir media ini kemarin, Bupati Belitung, Sahani Saleh, meminta agar regulasi itu guna mengakomodir meningkatnya pergerakan penumpang di bandara HAS Hanandjoeddin. Sebab, dalam  beberapa bulan terakhir hingga sekarang ada sejumlah penumpang yang tidak kebagian tiket pesawat karena telah habis terjual.

Sahani menambahkan, kondisi ini juga banyak dikeluhkan oleh para pelaku wisata. Pasalnya geliat pariwisata di daerah Belitung saat ini kembali tumbuh dan kunjungan wisatawan berangsur membaik.

“Apalagi Belitung ini merupakan daerah pariwisata jadi pelaku wisata juga banyak mengeluhkan ini sebab banyak wisatawan yang ingin ke Belitung tapi tertunda,” ujarnya Bupati.

Sanem sapaan karibnya mengatakan, dengan meningkatnya jumlah penerbangan diharapkan bisa memberikan dampak yang baik bagi dunia kepariwisitaan di daerah itu.

Sesuai dengan harapan Gubernur, Bupati Sanem juga menegaskan setiap wisatawan yang datang harus mematuhi protokol kesehatan penanganan Covid-19 guna mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 dari kalangan wisatawan.

“Dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada klaster Covid-19 dari wisatawan yang ada, misalnya hanya dari karyawan cuti kerja kemudian balik ke Belitung dan juga ABK kapal,” demikian kata Sanem. (red/dod)