Soal UN Diunduh dari Puspendik

by -

PANGKALPINANG – Jika soal Ujian Nasional (UN) manual ditempatkan di polsek dan dijaga ketat pihak kepolisian. Ternyata, untuk UN menggunakan sistem Computer Based Test (CBT) diunduh dari server Puspendik. Lalu, disimpan di server masing-masing sekolah.
Salah satu operator laboratorium SMKN 2 Pangkalpinang Deska menjelaskan, soal tersebut keseluruhannya sudah selesai diunduh. “Saat ini, kami siap 100 persen untuk melaksanakan Ujian Nasional berbasis komputer ini, kemarin sudah selesai kami download/unduh soalnya,” tuturnya, kemarin (12/4).
Deska menjelaskan, sistem UN CBT ini bukan online, tapi semi online. Soal UN dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) harus diunduh dari server Puspendik, kemudian akan disimpan di server milik sekolah. “Download (unduh) file soal-soal itu sudah dilakukan dari pagi hari kemarin, sorenya sudah selesai unduhan semua soalnya,” ujarnya menambahkan.
Ia menerangkan, sekolah mereka mempunyai 3 lab komputer dengan jumlah 134 komputer, dan akan diikuti 404  siswa sekolah mereka. “Selama 4 hari pelaksanaan UN Online tersebut 1 harinya 1 mata pelajaran yang diujiankan, dan dalam 1 hari ada 3 sesi pengerjaannya, sesi yang pertama mulai jam 7.30 – 9.30, sesi kedua 10.30-12.30, dan sesi ketiga 14.00-16.00,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, untuk pengawas diberlakukan sistem silang. “Guru-guru dari SMKN 1 Pangkalpinang yang akan jadi pengawas disekolah kami, guru dari sekolah kami pun menjadi pengawas di SMKN 1 dan pastinya kita semua berharap UN tahun 2015 yang akan dimulai besok akan berjalan dengan lancar dan berhasil,” tutupnya.
Sementara, di Pangkalpinang hanya ada 2 sekolah yaitu SMKN 1 dan SMKN 2 Pangkalpinang yang menggunakan sistem CBT. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pangkalpinang Edison Taher menargetkan tahun depan akan lebih banyak sekolah yang bisa mengikuti UN CBT. “Memang tahun ini hanya 2 sekolah di Kota Pangkalpinang yang telah lulus verifikasi untuk pelaksanaan ini, tahun depan kita targetkan akan lebih banyak sekolah yang bisa mengikuti UN CBT ini,” tuturnya.
Namun Edison mengaku, tidak bisa menargetkan berapa jumlahnya, yang pasti pihaknya mengusahakan akan bertambah jumlah sekolah yang mengikuti UN CBT. “Tahun ini hanya 2 sekolah di Pangkalpinang, tahun depan harus bertambah jumlah sekolah yang akan melaksanakan UN CBT ini,” tandasnya
Menurut dia, syarat sekolah menjalankan UN CBT adalah memenuhi beberapa kriteria, diantaranya adalah jumlah komputer yang digunakan dengan jumlah siswa yang mengikuti UN harus 1:3 dengan pelaksaan tiap hari memerlukan 3 sesi ujian. Syarat lainnya yaitu sekolah mempunyai koneksi internet yang menunjang untuk melaksanakan koneksi dari server lokal ke server pusat di Puspendik.(cr64)