Solusi dari Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Harus Ada SPBE di Belitung!

by -
Solusi dari Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Harus Ada SPBE di Belitung
Ilustrasi Elpiji 3 kg

Pemkab Pastikan Pasokan Segera Normal

belitongekspres.co.id, TANJUNGPANDAN – Salah satu solusi untuk mengatasi kelangkaan Gas Elpiji 3 kg di masyarakat seperti yang terjadi saat ini, adalah dengan adanya Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kabupaten Belitung. Pendirian SPBE inilah yang ingin diupayakan DPRD Kabupaten Belitung agar segera terealisasi.

“Kedepan, karena kita belum ada SPBE nanti akan kita tindak lanjuti agar supaya dipercepat. Supaya bisa di Belitung ini harganya sesuai dengan HET. Karena kan selama itu orang toko juga mengambil dari pangkalan dan dijual lagi yang membuat harga naik. Belum lagi biaya agen dari Bangka ke Belitung,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Belitung, Ansori kepada belitongekspres.co.id, Rabu (4/12).

Sementara itu, salah satu pemilik agen di Belitung, Sopian juga mengatakan hal yang sama, ia berharap di Belitung untuk segera ada SPBE.

“Kita harus cepat dibangun SPBE di Belitung ini biar pendistribusian kita sama seperti di Bangka. Sekarang kita menggunakan armada laut. Kondisi sekarang kita dikasih waktu dari pihak KSOP Pangkalbalam sampai tanggal 31 Desember nanti kita harus menjalankan pengangkutan dengan kapal besi,” katanya.

Kemudian katanya, dirinya bersama pemilik agen lain di Belitung belum menyanggupi jika harus mengirim serta merubah armada pengangkutan mereka, yang semula dari kapal kayu menjadi kapal besi sebagaimana aturan semestinya.

“Kita belum menyanggupi karena itu pasti akan merubah harga HET nanti karena tranportasi menggunakan kapal besi itu makan biaya yang besar. Kasihan kepada masyarakat juga beli gas nya pasti tinggi nanti. Jadi mohon juga lah biar cepat ada SPBE ini,” tukasnya.

Sementara itu, terkait, kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di Belitung ini, DPRD mengundang KSOP Tanjungpandan, intansi terkait, dan sejumlah perusahaan agen gas elpiji di Belitung, Rabu (4/12). Pemanggilan tersebut lantaran pihak DPRD ingin mengetahui langsung apa kendala yang dihadapi saat ini, serta terkait adanya aturan yang melarang kapal kayu untuk mengangkut tabung gas elpiji ini.

“Faktor pengangkutan dari Pelabuhan Pangkalbalam itu tertunda karena adanya aturan. Seharusnya kapal besi sementara di Belitung ini masih menggunakan kapal kayu pengangkutannya,” kata Ansori.

Namun demikian lanjut Ansori, mengingat gas elpiji ini kebutuhan orang banyak, maka diambilah kebijakan untuk sementara bisa dilakukan pengiriman dengan kapal kayu sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 nanti.

“Setelah 31 Desember makanya tadi ada koordinasi juga dari Pemda kan sudah kirim surat. Kita di DPRD akan juga menindak lanjuti ke Gubernur. Jadi setelah 31 Desember nanti pasti ada kebijakan lain lah karena ini menyangkut masyarakat banyak,” katanya.

Pemkab Pastikan Segera Normal
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belitung memastikan pasokan dan ketersediaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di pasaran akan kembali normal. Sebelumnya masyarakat Belitung kesulitan mendapatkan gas elpiji ukuran 3 kilogram atau biasa disebut dengan gas melon tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Adnizar menyebutkan kondisi kelangkaan sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan.
“Iya memang langka kondisinya sampai hari ini dan kondisi masih belum normal,” ujarnya kepada Belitong Ekspres Rabu (4/12) kemarin.

Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh faktor cuaca dan pengangkutan, sehingga mengganggu aktivitas pengiriman gas elpiji dari Pangkalpinang menuju Belitung.

“Kalau katanya kemarin faktor cuaca dan kapal yang mengangkut elpiji harus khusus tidak boleh kapal kayu harus kapal besi,” imbuhnya.

Ditambahkanya, kondisi saat ini sudah berangsur normal. Soalnya kapal pengangkut elpiji mulai ada yang bersandar dan melakukan bongkar muat.

“Sudah ada yang masuk, dan sudah ada yang bongkar. Kondisinya berangsur normal,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengantisipasi terjadinya kelangkaan elpiji khususnya subsidi ukuran 3 kilogram jelang akhir tahun, dikarenakan terhambatnya pengiriman akibat faktor cuaca buruk.

“Kami akan berkoordinasi dan berkirim surat kepada Pertamina agar menjamin pasokan. Namun kendalanya lagi-lagi terkadang bukan soal pemenuhan tetapi kembali ke faktor cuaca,” ujarnya.

Ia mengingatkan kepada pihak agen atau pangkalan agar tidak melakukan penimbunan terhadap gas elpiji ukuran tiga kilogram ketika dalam kondisi langka karena termasuk unsur pidana.

“Yang harus dijaga adalah jangan ada penimbunan karena itu masuk pidana. Juga harga yang dijual tidak boleh melebihi HET,” pungkasnya.

Editor: Bardian
Reporter: (fg6/rez)