Sony Pertanyakan Tindak Lanjut Pelaporan Kode Etik Oknum Anggota DPRD Beltim

by -
Sony Pertanyakan Tindak Lanjut Pelaporan Kode Etik Oknum Anggota DPRD Beltim
Penggiat HAM Beltim, Sony Nelson menyampaikan laporan kepada ketua DPRD Beltim.

Hingga Kini Belum Ada Putusan

belitongekspres.co.id, MANGGAR – Penggiat HAM Belitung Timur (Beltim), Sony Nelson mempertanyakan tindaklanjut dan keputusan dari pelaporan dugaan pelanggaran kode etik oknum DPRD Beltim, yang disampaikannya bulan lalu. Dia merasa heran laporan yang disampaikannya secara resmi itu tidak ada tindak lanjut.

Bahkan, laporan itu hingga belum ada keputusan secara kelembagaan. Padahal pelaporan masalah ini ke BK (Badan Kehormatan) DPRD sudah tepat, karena sesuai dengan Peraturan DPRD Beltim Nomor 01 tahun 2014 dan diubah dengan surat Keputusan Pimpinan DPRD Nomor 6 tahun 2017, tentang tata tertib DPRD Beltim.

“Dimana tugas BK adalah Memantau dan mengevaluasi disiplin, dan/atau kepatuhan terhadap moral, kode etik dan/atau Peraturan tatib DPRD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra dan kridibilitas DPRD,” beber Sony kepada Belitong Ekspres, Senin (6/7).

Di samping itu, kata dia juga BK bertugas meneliti dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota DPRD, tentang peraturan tatib dan/atau kode etik DPRD serta melakukan penyelidikan, verifikasi dan klarifikasi atas pengaduan pimpinan DPRD, anggota DPRD dan/atau masyarakat. Yang kemudian hasilnya tersebut berupa keputusan BK ini dilaporkan kepada rapat paripurna DPRD.

“Masyarakat dalam hal ini punya hak untuk membuat pengaduan, atau melaporkan apabila melihat dan mendengar adanya perbuatan anggota DPRD yang di duga melanggar kode etik sebagai anggota DPRD. Untuk sementara ini laporan kita baru sebatas dugaan pelangaran kode etik, karena memang ini tugas dari Badan Kehormatan DPRD yang akan menindaklanjutinya serta erat kaitannya dengan kewajiban dan tugas anggota DPRD,” ungkapnya.

Sony menambahkan, berkaitan dengan materi laporan, dirinya berpendapat bahwa perbuatan oknum anggota DPRD tersebut diduga diluar batas kepatutan dan kewajaran. “Yang cendrung melanggaran kewajiban dan fungsi sebagai anggota DRPD dalam rangka menjaga martabat, kehormatan, citra dan kridibilitas lembaga DPRD Belitung Timur. Hal ini yang kita minta tindak lanjuti dari BK DPRD Beltim,” tandasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya tanggal 8 Juni 2020, Sony Nelson melaporkan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan salah satu oknum Anggota DPRD Beltim. Laporan yang disampaikannya secara resmi langsung kepada ketua DPRD Beltim. Namun, hingga saat ini dia belum menerima keputusan dari pelaporannya tersebut.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada klarifikasi dari BK DPRD Beltim atas laporan Sony terhadap dugaan pelanggaran kode etik oleh oknum DPRD Beltim.

“Ini kan sudah dilakukan klarifikasi dari kawan-kawan BK kepada pelapor dan terlapor. Dan memang kemarin laporan tinggal keputusan terakhir, pleno,” trang Fezzi kepada Belitong Ekspres.

Kata dia, pleno tersebut dilakukan oleh 3 orang anggota. Hanya saja belum kapan mereka akan melakukan pleno keputusan itu.

“Jadi tetap ada tindak lanjutnya. Cuma kita sampai sekarang belum tahu, karena mereka bertiga harus kumpul dulu BK itu. Pak Jimmy, Pak Marwan dan Pak Sudarsono Sulai. Jadi tergantung mereka lah kapan jadwalnya. Memang kemarin terkendala banyaknya kegiatan-kegiatan lain. Tapi kayaknya dak lama. Mudah-mudahan dalam waktu dekat diagendakan,” tandasnya. (dny)