Sosialisasi ke Pulau, KPU Bisa Teler

by -

MANGGAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Belitung Timur (Beltim) terus berupaya mendongkrak partisipasi pemilih khususnya yang ada di lima pulau wilayah Beltim. Salah satunya, dengan cara akan menyebarkan brosur dan poster pilkada untuk memberikan pemahaman.

Kelima pulau itu adalah, Pulau Buku Limau Kecamatan Manggar, Pulau Long dan Sekunyit Kecamatan Gantung, serta Pulau Ketapang dan Batun Kecamatan Simpang Pesak. Berdasarkan Daftar Pemilih Tetap (DPT), kelima pulau kecil tersebut ada sebanyak 1.253 mata pemilih.

Rencana penyebaran brosur dan poster diungkapkan Ketua KPUD Beltim, Pirmawan, melalui komisioner KPUD Beltim Divisi Humas, Antar lembaga, Sosialisasi dan Divisi Pencalonan Suro Mampan Siregar, kepada Belitong Ekspres, Kamis (26/11) kemarin.

“Bagaimana antisipasinya, nanti paling kalau belum bisa sosialisasi ke pulau-pulau, kami akan brosur-brosur atau poster-poster ke sana. Kami bisa minta bantuan kepada nelayan. Itu mungkin bisa antisipasi kami untuk pemilih yang di pulau-pulau,” ungkap Suro.

Suro mengakui pihaknya memiliki keterbatasan untuk memberikan sosialisasi Pilkada Beltim 2015 hingga ke pulau-pulau terjauh. Beberapa alasan disebutkan, di antaranya adalah gelombang tinggi dan lamanya waktu perjalanan menuju pulau terjauh.

“Berkenaan dengan Pulau Batun dan Pulau Long, di sana memang teknologi belum mencukupi. Kami memang sempat diskusikan untuk sosialisasi di Pulau Batun. Sebab, Kondisi sekarang ini gelombang tinggi. Seandainya kami ke sana, terombang-ambing, bukannya bisa sosialisasi malah teler semua,” ujar Suro.

Suro menambahkan, pulau terjauh yang memiliki TPS adalah Pulau Batun. Pulau yang dinyatakan berbatasan dengan Kepualuan Seribu itu memiliki satu TPS dengan jumlah pemilih sebanyak 164 pemilih. Sementara pulau yang paling banyak ditempati pemilih adalah Pulau Buku Limau, yakni 578 pemilih yang ersebar di tiga TPS.

Pulau Batun merupakan pulau terluar di Kabupaten Beltim yang memiliki Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pilkada Beltim. Pulau ini sangat diprihatinkan karena tidak ada sinyal untuk melakukan komunikasi.  Dan yang ada hanya sinyal telepon satelit, itu pun hanya dimilik oleh beberapa warga,” tandas Suro. (feb)